Breaking News:

Duel Catur Rp 150 Juta

Dituding Mata Duitan Dalam Duel Rp 150 Juta Lawan Dewa Kipas, GM Irene: Saya Profesional

Grand Master (GM) catur putri Indonesia, Irene Kharisma Sukandar bersedia terlibat dalam duel senilai Rp 150 juta melawan Dewa Kipas

Editor: Dwi Sudarlan
Kolase Tribun Timur
Pecatur putri nasional Indonesia, GM Irene Kharisma Sukandar bakal berduel melawan Dadang Subur alias Dewa Kipas 

TRIBUNKALTENG.COM, JAKARTA - Pecatur putri nasional Indonesia GM Irene Kharisma Sukandar membantah dirinya mata duitan karena bakal terlibat dalam duel senilai Rp 150 juta melawan Dewa Kipas, akun yang menjadi buah bibir jagat catur virtual Chess.com.

Duel ini sudah ditunggu netizen. Dewa Kipas akhirnya bersedia membuktikan kemampuannya dalam duel melawan Irene Kharisma Sukandar yang difasilitasi Deddy Corbuzier, Senin (22/3/2021) pukul 15.00 WIB. Deddy Corbuzier mengatakan kedua pecatur itu akan menerima hadiah uang setotal Rp 150 juta.

Kesediaan Irene Kharisma Sukandar mendapat cibiran netizen. Dia dituding mata duitan karena pernyataannya soal kesediaan berduel dalam podcast Deddy Corbuzier, Jumat (19/3/2021). “Misalkan dari mas Deddy mau mensponsori dan jumlahnya pas, oke,” kata Irene.

Tidak mau dituding mata duitan, Irene Kharisma Sukandar segera memberikan penjelasan di kanal YouTube pribadi. Dia menegaskan pernyataan terkait bayaran justru menunjukkan dirinya pecatur profesional.

“Catur adalah profesi saya. Saya menginginkan adanya apresiasi. Misal penyanyi profesional jika diminta menyanyi di suatu tempat, pasti akan meminta hadiah atau bayaran, begitu juga pecatur profesional, itu di satu ranah yang sama,” tulisnya.

Menurut Irene Kharisma Sukandar, lumrah bagi seorang pecatur, apalagi dengan titel GM (Grand Master) mendapatkan insentif yang layak. Juga menjadi bukti bahwa catur bisa menghidupi. Irene Kharisma Sukandar mengaku berjuang selama 9 tahun untuk mendapatkan titel bergengsi di dunia catur itu.

Baca juga: Sidang Memanas, Rizieq Shihab Mengaku Didorong dan Dihinakan

Baca juga: MUI Nyatakan Vaksin AstraZeneca Haram Tapi Boleh Digunakan Karena Mendesak, Begini Penjelasannya

“Kalau misalnya stigma soal catur tidak ada uangnya didengar oleh generasi penerus, teman-teman di level junior, atau anak-anak yang sedang berlatih catur, hal ini menjadikan mereka tidak memiliki motivasi lagi,” kata pecatur kelahiran 1992 ini.

Pembuktian

Duel terbuka ini juga menjadi ajang pembuktian bagi Dadang Subur, pemilik akun catur virtual di Chess.com dengan nama Dewa Kipas.

Sebelumnya banyak yang meragukan kemampuannya karena tidak pernah terdengar di dunia olahraga otak tersebut secara resmi.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved