Breaking News:

Berita Martapura

Hama Tikus Hantui Petani Desa Guntung Ujung Gambut Banjar Kalsel

Musibah banjir yang melanda beberapa waktu lalu tidak dipungkiri memberikan dampak terhadap petani dan juga lahan pertanian.

Editor: edi_nugroho
Tribunkalteng.com/Siti Bulkis
Warga Dan Babinsa Koramil 1006-08 Gambut, Serma Eri lakukan gropyokan basmi hama tikus di sawah warga di Desa Guntung Ujung, Kecamatan Gambut Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan 

Editor: Edi Nugroho

TRIBUNKALTENG.COM, MARTAPURA - Musibah banjir yang melanda beberapa waktu lalu tidak dipungkiri memberikan dampak terhadap petani dan juga lahan pertanian.

Tidak hanya terdampak banjir, para petani pun harus menelan kenyataan saat hama tikus juga turut menyebabkan gagal panen.

Ketua Kelompok Tani Pemuda Harapan, Rahmattullah (48) mengatakan, ratusan hektar sawah milik warga di Desa Guntung Ujung, Kecamatan Gambut Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan tidak bisa di tanami.

"Diantaranya sawah Kelompok Tani," Ujar Rahmat, Kamis (18/3/2021).

Baca juga: Listrik Tenaga Surya Pulau Datu Tanahlaut Kalsel Akhirnya Berfungsi Lagi

Berdasarkan hal tersebut, kelompok tani berdiskusi dan lakukan pertemuan bersama para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Mantri serta Babinsa guna mencari solusi untuk membasmi hama tikus tersebut.

Berdasarkan hal tersebut, warga dibantu Babinsa Koramil 1006-08 Gambut, Serma Eri terjun dan pantau langsung ke sawah untuk melakukan gropyokan pembasmian hama tikus di area persawahan.

Yang mana, Turut dihadiri Kepala Pengendali Organisme Pemgganggu Tumbuhan (POPT) Kalimantan Selatan dan Kepala

POPT Provinsi Kalsel dan Kepala Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) Provinsi, serta Koordinator BPP Kecamatan Gambut dan Aparat Desa.

Gropyokan sendiri adalah teknik pengendalian hama tikus di areal persawahan dengan memburunya secara langsung yang dilakukan dengan metode pengemposan api ke lubang tikus.

"Selama dua hari kita lakukan bersama Babinsa terkumpul 675 ekor hama tikus," ujarnya.

Babinsa Koramil 1006-08 Gambut, Serma Eri menuturkan, desa ini memang sering langganan hama tikus dan hal ini sangat merugikan petani. Karena, tanaman yang diserang produksinya mengalami penurunan drastis.

“Melalui gropyokan ini diharapkan pada musim tanam mendatang tidak ada lagi serangan hama tikus di lahan sawah warga,” jelasnya"

"Semoga dengan upaya yang dilakukan serangan hama pengerat tidak meluas. Untuk itu harus segera ditanggulangi, dan salah satu upaya penanggulangan dimaksud yaitu dengan gropyokan,”tuturnya.(Tribunkalteng.com/Siti Bulkis)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved