Breaking News:

Dugaan Korupsi Kalsel

Dugaan Korupsi Kalsel, Bupati Tala Tak Beri Bantuan Hukum Mantan Direktur RSUD Terjerat Korupsi

Dugaan korupsi Kalsel, Kasus hukum yang kini membelenggu mantan direktur RSUD Hadji Boejasin Pelaihari bersama dua orang mantan kasubbag keuangan, mem

FOTO MAHARDIKA PW ROSADY
Dugaan korupsi Kalsel, Mantan direktur RSUD Hasji Boejasin EW (kanan) dan dua mantan kasubbag keuangan ditahan JPU Kejari Tala, Kamis (18/3) petang. 

Editor: Edi Nugroho

TRIBUNKALTENG.COM, PELAIHARI - Dugaan korupsi Kalsel, Kasus hukum yang kini membelenggu mantan direktur RSUD Hadji Boejasin Pelaihari bersama dua orang mantan kasubbag keuangan, membuat Bupati Tala HM Sukamta Prihatin.

Sebagai kepala daerah dirinya sangat menghormati proses hukum. Karena itu pemerintahannya juga tidak akan turut campur karena persoalan hukum yang membelit tiga orang aparatur pemerintahannya itu merupakan kasus tindak pidana.

"Kita dari pemerintah daerah tidak bisa memberikan bantuan hukum karena ini masalah tipikor," tegas Sukamta saat dikonfirmasi seusai melantik dua pejabat pimpinan tinggi pratama dan puluhan pejabat fungsional di Balairung, Pelaihari, Jumat (19/3/2021).

Baca juga: Narkoba Kalsel, Ratusan Warga Lapas Kelas II B Banjarbaru Dites Urine

Berkaca atas kasus tersebut, Sukamta mengingatkan seluruh aparatur pemerintahannnya bekerja secara profesional dan selalu mengikuti peraturan-peraturan yang berlaku.

"Makanya saya sering bilang krpada semua pegawai, tolong bekerja lah dengan aturan yang ada. Jangan bekerja berdasarkan yang kemarin-kemarin, seperti ini kemarin seperti ini. Jadi jangan berdasarkan kebiasaan karena aturan selalu berubah," sebutnya.

Karena itu pejabat harus terus update terhadap peraturan terbaru. "Jangan mengikuti apa yang sudah dikerjakan oleh yang sebelumnya atau yang sering terjadi di daerah lain karena itu belum tentu benar," tandas Sukamta.

Langkah yang tepat, sebutnya, yakni selalu merujuk pada aturan-aturan baru. Lalu, diinterpretasikan dalam pelaksanaan tugas dan tanggujawab sesuai bidang atau tupoksi masing-masing.

Seperti diketahui, sore menjelang petang kemarin jaksa penuntut umum Kejaksaan Negeri Tala menahan EW (nantan direktur RSUD Hadji Boejasin) dan AS serta P mantan kasubbag keuangan rumah sakit umum daerah setempat.

Penahanan tersebut terkait dugaan tindak pidana korupsi dana pengembangan rumah sakit yang belum dapat dipertanggungjawabkan sehingga merugikan negara/daerah sebesar Rp 2,16 miliar.
(Tribunkalteng.com/idda royani)

Penulis: Idda Royani
Editor: edi_nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved