Breaking News:

Berita Tala

Berkubik-kubik Balok Ulin Mangkrak di Kejari Tala Kalsel Akan Dilelang

Sejumlah balok kayu ulin hingga kini mangkrak di halaman belakang kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kal

Tribunkalteng.com/idda royani
Inilah tumpukan balok kayu ulin yang cukup lama mangkrak di halamam belakang kantor Kejari Tala. Itu adalah barang bukti perkara pidana. 

Editor: Edi Nugroho

TRIBUNKALTENG.COM, PELAIHARI - Sejumlah balok kayu ulin hingga kini mangkrak di halaman belakang kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel).

Pantauan banjarmasinpost.co.id, Kamis (18/4/2021), balok ulin tersebut beragam ukuran. Di antaranya sekitar 10x5 sentimeter hingga sekitar 20x20 sentimeter. Panjangnya juga bervariasi, antara lain sekitar tiga hingga empat meter.

Jumlahnya cukup banyak sehingga tampak 'menggunung' memanjang pada bentang sekitar 30 meter. Ada juga puluhan balok yang berada di bak mobil pikap.

Seluruhnya telah berwarna cokelat tua keputihan yang menandakan cukup lamanya teronggok dan terpapar hujan serta sengatan terik matahari. Bahkan beberapa potong mulai mengalami kerusakan pada sebagian permukaannya.

Baca juga: Narkoba Kalteng, Petugas Polres Kotim Tangkap Warga Buang Sabu 7,86 Gram

Mengenai hal itu Kepala Kejaksaan Negeri Tala Ramadani didampingi Kasi Barbuksan Fajar Gigih Wibowo mengatakan pihaknya akan segera melakukan penanganan.

"Ini berkasnya sedang saya buka dan pelajari. Yang jelas barbuk berupa kayu ulin itu dari beberapa perkara dan semuanya sudah inkrah," ucap Gigih.

Ia mengatakan sejak mulai bertugas di Tala sekitar dua pekan lalu, dirinya langsung menaruh perhatian terhadap tumpukan kayu ulin di halaman belakang tersebut.

"Akan saya coba selesaikan yakni dilelang untuk umum. Dalam waktu dekat kami akan mengoordinasikannya dengan pihak terkait," jelas Gigih.

Paling utama yakni dengan pihak Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Banjarmasin. "Juga dengan Dishut untuk keperluan penaksiran nilai kayu ulin tersebut," paparnya.

Ia menerangkan beberapa waktu silam kayu-kayu ulin tersebut oleh Kejari Tala pernah beberapa kali dilelang, namun sebagian tak laku. Karena itu perlu dilelang ulang dengan penyesuaian nilai jual berdasar kondisi yang ada saat ini.

Bagaimana jika tetap tidak laku dilelang? "Sesuai ketentuan bisa saja kemudian dihibahkan untuk kepentingan umum jika hingga beberapa kali dilelang tetap tidak laku. Kalau dimusnahkan tidak diperkenankan karena barang tersebut masih dapat dimanfaatkan," jelasnya.
(Tribunkalteng.com/idda royani)

Penulis: Idda Royani
Editor: edi_nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved