Belajar Tatap Muka Kalsel

Belajar Tatap Muka Kalsel, Kouta Vaksin Guru Minim, Peluang Sekolah Tatap Muka Pun Mengecil

Pemberian vaksin Covid-19 untuk pelayan publik mulai menyasar ke tenaga pendidik di Banjarbaru. Namun jatah untuk para pengajar ini hanya 70 vial dari

Penulis: Khairil Rahim | Editor: edi_nugroho
Tribunkalteng.com/Muhammad Rahmadi
ilustrasi: Belajar tatap muka Kalsel, suasana hari terakhir belajar tatap muka di SMPN 31 Banjarmasin, Sabtu (28/11/2020). 

Editor: Edi Nugroho

TRIBUNKALTENG,.COM, BANJARBARU- Belajar tatap muka Kalsel Pemberian vaksin Covid-19 untuk pelayan publik mulai menyasar ke tenaga pendidik di Banjarbaru. Namun jatah untuk para pengajar ini hanya 70 vial dari 4.000 lebih permintaan yang diajukan Dinas Pendidikan Banjarbaru.

Dengan jumlah kuota bagi para pendidik ini maka prioritas utama yang mendapat vaksin adalah para kepala sekolah baik negeri maupun swasta di Kota Idaman.

PLH Dinas Pendidikan kota Banjarbaru, Fathusyar'i Msi menjelaskan vaksin untuk pendidik sudah dilaksanaka sejak Senin lalu.

"Namun terbatas vaksin guru hanya 70 saja. Makanya kami instruksikan para leaders sekolah dulu dalam hal ini kepala sekolah didahulukan vaksin," kata dia Rabu siang.

Baca juga: Geger Perempuan Asal Jakarta Meninggal di Kamar 320 Save Hotel Banjarmasin

Padahal kata dia dinas pendidikan kota Banjarbaru mengajukan permohonan kuota vaksin 4.000 ke dinas kesehatan.

"Nyatanya hanya sekitar 2 persen saja ya yang disetujui," papar dia.

Fathusyar'i merinci di Banjarbaru ada sekitar 86 Sekolah dasar dan 24 SMP 24 baik negeri maupun swasta. Dengan jumlah total tenaga pendidik 4.146 orang dan total pendidik dari swasta ada 2.000.

Fathusyar'i menambahkan pihaknya sudah diminta data oleh perwakilan Dinkes Banajrbaru melalui Kabid P2PL Hairul Fahmi dengan jumlah sesuai data guru di Banjarbaru.

"Harapan kami 2.000 kuota saja bagi guru sudah sangat syukur namun nyatanya hanya 70 saja. Untuk kepala sekolah saja belum cukup ini," sebut dia.

Akibatnya kata Fathusyar'i rencana untuk menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) di Banjarbaru pun semakin kecil terjadi dalam waktu dekat.

Sebab kata dia berdasarkan angket yang dikirimkan kepada siswa hanya 40 persen yang bersedia sekolah PTM.

"Sisanya menolak dan bersedia mengizinkan anaknya sekolah lagi dengan catatan guru pengajar divaksin terlebih dahulu," kata dia.

Padahal pihaknya sudah menggelar piloting kepada 20 sekolah yang menyatakan kesediannya PTM kembali.

"Kita juga sudah memberikan peralatan cuci tangan dan tandon," tambah dia.

Dikonfirmasi soal ini Kepala Dinas Kesehatan Banjarbaru Rizana Mirza ditemui di kantornya mengaku masih sibuk zoom meeting. Beberapa jam kemudian ditelpon pun masib belum merespon. (Tribunkalteng.com/Khairil Rahim).

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved