Kebakaran Kalsel

Kebakaran Kalsel, Lahan Cempaka Dua Kali Terbakar, Total Sudah Tujuh Hektar

Kebakaran lahan kembali terjadi di kawasan Cempaka, Jumat (12/3/2201) sore. Bahkan kali ini luasan lahan yang terbakar lebih besar dari sebelumnya.

Penulis: Khairil Rahim | Editor: edi_nugroho
Foto PMI Kobar
ilustrasi: Petugas saat memadamkan kebakaran lahan yang terjadi di Jalan Samari 2 Kelurahan Madurejo Pangkalanbun ,Kabupaten Kotawaringin Barat Kalimantan Tengah, Sabtu (27/2/2021). 

Editor: Edi Nugroho

TRIBUNKALTENG.COM, BANJARBARU- Kebakaran lahan kembali terjadi di kawasan Cempaka, Jumat (12/3/2201) sore. Bahkan kali ini luasan lahan yang terbakar lebih besar dari sebelumnya.

Untuk titik lordinat kebakaran terjadi di 50M 261738 9610878 tepatnya di Munggu alung Rt.33 Rw.11 Kel. Sungai tiung Kec. Cempaka.

Kepala Pelaksana BPBD Kalsel, Zaini Syahranie mengatakan pada kebakaran lahan Jumat kemarin jumlah lahan yang hangus kurang lebih 5 hektar.

Luasan kahan yang terbakar bisa diantisipasi berkat petugas gabungan BPBD Banjarbaru, BPBD Kalsel, TNI dan Polri serta Damkar Kalsel dan relawan.

Baca juga: WhatsApp Akan Hapus Sistem Layanan di iPhone Lawas, Ini Jenisnya

"Petugas langsung melakuka upaya melakukan pemadaman dan pendinginan dilokasi kejadian dan melakukan pendataan di lokasi kejadian Kini sudah aman dan kondusif," kata dia Sabtu pagi.

Peristiwa yang sama juga terjadi di Munggu alung Kel. Sungai tiung Kec. Cempaka pada Kamis (4/3/2021) pukul 22:37 WITA.

"Luas lahan yang terjadi saat itu kurang lebih sekitar 2 Hektar," kata Zaini.

Beruntung kebakaran lahan dan hutan tidak sempat meluas karena petugas di lapangan sudah melakukan pemadaman dan pendinginan dilokasi kejadian.

Saat ini kata Zaini petugas ukai dari BPBD Banjarbaru, TNI dan Polri serta relawan gabungan dilokasi masih berjaga disejumlah tempat yang dianggap rawan.

Untuk saat ini baru kawasan Cempaka yang lahan terbakar semoga tidak ada kejadian lain.

Zaini menbambahkan memang saat ini hujan masih terjadi padahal biasanya tapi Maret-April biasanya mulai memasuki musim kemarau.

Sehingga tidak salah jika BPBD Banjarbaru dan tim terpadu yang terdiri dari beberapa unsur, mulai dari personel TNI, Polri dan juga sekelompok relawan mulai melakukan kewaspadaan.

Diprediksi puncak dari kemarau akan terjadi pada Agustus dan September nanti sehingga pembakaran hutan dan lahan bakal banyak terjadi.

Untuk daerah yang menjadi titik kewaspadaan Zaini mengaku masih dikawasan keluarahan Syamsuddin Noor, Cempaka, Lianganggang dan Landasan Ulin Selatan.

"Terutama kelurahan Syamsuddin Noor ya soalnya ini dekat dengan bandara yang tentu saja bakal banyak menyita perhatian," papar dia.

Oleh sebab itu tim bakal terus melakukan sosialisasi dan kewaspadaan. Tidak hanya itu pembasahan lahan di areal bandara juga akan rutin dilakukan.

Area ini juga banyak ditemukan hotspot atau titik api kecil yang sering menimbulkan kebakaran.
(Tribunkalteng.com/Khairil Rahim).

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved