Breaking News:

Techno

Penghargaan Jadi Alasan Xiaomi Diblokir Amerika Serikat saat Era Donald Trump

Pemerintah AS pada pertengahan Januari lalu memasukan Xiaomi ke dalam daftar hitam (blacklist) investasi.

Mi.com dan Instagram.com/xiaomi.indonesia
Xiaomi Mi 11 Bakal Meluncur di Indonesia, 16 Maret: Ini Bocoran Harga dan Spesifikasinya 

TRIBUNKALTENG.COM - Pemerintah AS pada pertengahan Januari lalu memasukan Xiaomi ke dalam daftar hitam (blacklist) investasi.

Saat itu Amerika Serikat masih di bawah administrasi Presiden ke-45 AS, Donald Trump

Daftar tersebut membuat Xiaomi menjadi subyek larangan investasi bagi warga Amerika Serikat berdasarkan undang-undang otorisasi pertahanan nasional (NDAA). Departemen Pertahanan AS menyebut Xiaomi terafiliasi dengan militer negeri komunis China.

Xiaomi telah membantah tudingan tersebut dan melayangkan gugatan ke pengadilan distrik wilayah Washington DC. Baru-baru ini, laporan dari Wall Street Journal mengungkap alasan sebenarnya mengapa pemerintah AS memblokir Xiaomi.

Dokumen hukum yang diberikan oleh Departemen Pertahanan ke pengadilan distrik di Washington DC untuk menanggapi gugatan Xiaomi mengungkap bahwa alasan pencekalan terkait dengan penghargaan yang diterima CEO dan pendiri Xiaomi, Lei Jun.

Baca juga: Xiaomi Mi 11 Meluncur Di Indonesia 16 Maret 2021, Ini Bocoran Harga dan Spesifikasinya

Baca juga: Inilah Cara Mudah Mengetahui Nomor Virtual Account BPJS Kesehatan

Pada tahun 2019 lalu, Lei Jun mendapatkan penghargaan "Outstanding Builder of Socialism with Chinese Characteristic" di China. Award tersebut diberikan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika China atau MIIT kepada 100 orang eksekutif di Negeri Tirai Bambu.

MIIT bertugas mengawasi kebijakan di ranah teknologi di China. Penghargaan yang diserahkan oleh Wang Yang, ketua komite nasional Konferensi Konsultatif Politik Masyarakat China (CPPCC), ini lantas dicantumkan dalam laman biografi Lei Jun di situs Xiaomi.

Wang Yang menekankan bahwa para pemenang penghargaan harus memberikan contoh dalam hal patriotisme, profesionalisme, ketaatan hukum, inovasi, kewirausahaan, dan tanggung jawab sosial.

Presiden China Xi Jinping (kiri) dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan)
Presiden China Xi Jinping (kiri) dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan) (Sputnik News)

Dihimpun KompasTekno dari Wall Street Journal, Selasa (9/3/2021), penghargaan itulah, berikut rencana investasi Xiaomi yang ambisius di bidang teknologi seperti 5G dan AI, yang membuat Departmen Pertahanan AS melabeli Xiaomi sebagai pendukung militer China.

Departemen Pertahanan AS mempermasalahkan penghargaan yang diterima Xiaomi karena MIIT bertanggung jawab untuk kerja sama pemerintah China dengan perusahaan swasta untuk membuat teknologi bagi militer China.

Halaman
12
Editor: Rahmadhani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved