Breaking News:

Kelangkaan Elpiji Kalsel

Kelangkaan Elpiji Kalsel, Sebagian Agen Elpiji Melon di Tala Belum Sampaikan Data Penerima

Penertiban tata niaga liquified petroleum gas (LPG) subsidi 3 kilogram (elpiji mon) yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan S

Foto Mirna untuk Tribunkalteng.com
ilustrasi: Suasana operasi pasar elpiji melon di Desa Kunyit, Senin kemarin. Warga antusias membeli elpiji subsidi murah itu. 

Editor: Edi Nugroho

TRIBUNKALTENG.COM.ID, PELAIHARI - Kelangkaan elpiji Kalsel,
Penertiban tata niaga liquified petroleum gas (LPG) subsidi 3 kilogram yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), sejak Februari 2021 lalu masih berlanjut hingga sekarang.

Tim Pengawasan dan Penertiban HET Elpiji Melon masih terus bergerak di lapangan. Mereka memantau dan mengawasi aktivitas di pangkalan serta agen. Termasuk memonitor warung-warung yang dulu menjual elpiji melon secara eceran.

Umumnya warga Tala mendukung upaya tersebut. Namun tak sedikit pula yang berharap pemerintah daerah mempertimbangkan kembali penjualan elpiji melon eceran guna dengan pembatasan harga jual tertinggi eceran.

Hal itu semata-mata untuk membanru mempermudah masyarakat mendapatkan barang kebutuhan pokok tersebut. Terutama di daerah yang jauh dari pangkalan.

Baca juga: Pencurian Kalsel, Pencuri Hiasan Lampu Siring Tenden Banjarmasin Diamankan

"Ya kan dilema memang. Aturannya hanya boleh dijual di pangkalan. Adanya penertiban harga memang murah, tapi jadi terbatas banget tempat nyarinya," ucap Inah, warga Pelaihari, Selasa (9/3/2021).

Wabup Tala Abdi Rahman mengatakan laporan tim di beberapa kecamatan, pengecer elpiji melon mulai tertib dan terkendali.

"Walau memang masih ada di beberapa titik yang masih menjual eceran elpiji melon. Kita akan terus lakukan upaya sosialisasi dan penertiban," ujar Abdi.

Kali kesekian, ia kembali memimpin rapat evaluasi bersama Tim Pengawasan dan Penertiban HET LPG 3 Kilogram Bersubsidi Tala, Sabtu kemarin.

Hal penting menjadi atensi khusus yakni kurangnya respons agen elpiji. Masih ada yang belum menyerahkan data rincian penerima yang menjadi dasar penyaluran kuota elpiji melon ke pangkalan.

Kesepakatan antara pemerintah daerah dengan agen penyalur telah ditandatangani beberapa waktu lalu. Juga disaksikan oleh forkopimda. Namun kepatuhan agen masih kurang.

Jik ketidaksepahaman tersebut terus berlanjut, Abdi menegaskan akan mengambil langkah teguran tertulis resmi kepada agen penyalur, PT Pertamina, dan lembaga terkait.

"Beberapa kali kita berikan kesempatan dalam pertemuan yang juga dihadiri forkopimda. Namun sampai sekarang tidak semua agen penyalur memberikan data penerima yang kita minta," sebutnya.

Pihakya menginginkan komitmen kesepakatan pemenuhan sumber data penerima. "Kalau data tidak jelas maka penyaluran pun juga pasti bias dan tidak jelas. Khawatirnya ada penyalahgunaan anggaran subsidi yang tidak tepat," tegas Abdi.

Ia juga meminta masyarakat bersabar dan mendukung pemerintah daerah yang terus berupaya menyelesaikan permasalahan distribusi elpiji melon. (Tribunkaltenh.com/idda royani)

Penulis: Idda Royani
Editor: edi_nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved