Berita Banjarmasin

Modus Pasang Box KWH, Warga Kelayan Banjarmasin Dimintai Rp 100 Ribu

Modus pemasangan box KWH listrik 'memakan' korban. Adalah Aisyah (31) yang merupakan warga Jalan Kelayan A II, Antasan Segara, RT 23 Kecamatan Banjarm

Editor: edi_nugroho
Tribunkalteng.com/Noor Masrida
Rumah warga yang dipasangi box KWH oleh pria tak dikenal, Jum'at (5/3/2021) siang. 

TRIBUNKALTENG.COM, BANJARMASIN - Modus pemasangan box KWH listrik 'memakan' korban. Adalah Aisyah (31) yang merupakan warga Jalan Kelayan A II, Antasan Segara, RT 23 Kecamatan Banjarmasin Selatan.

Beberapa waktu lalu memang postingan Aisyah di akun Instagram berbagi informasi Kalimantan elatan sempat ramai.

Jumat (5/3/2021) kemarin, dirinya curhat karena tiba-tiba saja ada orang tak dikenal yang datang ke rumahnya dan langsung memasang box KWH.

Masalahnya, Aisyah dimintai biaya pemasangan tersebut sebesar 100 ribu rupiah.

Baca juga: Bocoran Tema Akad Pernikahan Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah, Ini Kata sang Desainer

Ia pun bertanya kepada pengguna internet apakah pernah mengalami hal serupa.

"Ternyata lumayan banyak warganet yang juga pernah mengalami hal serupa," ucap Aisyah kala ditemui Banjarmasinpost.co.id di kediamannya Minggu, (7/3/2021).

Adapun kronologi yang dipaparkan Aisyah saat kejadian itu, dirinya hanya berdua dengan sang anak di rumah sementara suaminya bekerja.

Pria tak dikenal tersebut datang dengan motornya dan memarkir di depan rumah Aisyah.

"Saya kan punya counter pulsa di depan, saya kira mau beli kuota atau isi pulsa, jadi langsung saya mau layani ke sebelah," ujarnya sambil menunjukkan counter pulsa yang ia maksudkan.

Rupanya pria yang mengenakan pakaian berupa jaket kulit hitam itu tak ingin membeli pulsa.

"Dia justru langsung memasangkan box KWH saya, nggak lama sih. Setelah selesai, dia langsung ngasih kertas tagihan pembayaran, saya diminta bayar 100 ribu," lanjutnya.

Seolah terhipnotis, Aisyah pun langsung membayar 100 ribu rupiah kepada pria yang kala itu dikatakannya mengenakan pakaian cukup necis dan mengenakan masker.

Dilihat dari kertas tagihan pembayaran tersebut memang tak ada lambang atau simbol dari PLN.

"Biasanya kan kalau PLN, petugasnya akan ngasih tahu maksudnya. Orang ini justru tidak mengatakan apa-apa, langsung pasang saja," papar Aisyah.

Meski tidak memperkarakan ke jalur hukum, namun ia tetap merasa tidak terima. Terlebih suaminya juga sempat menyalahkan Aisyah karena mau saja membayar ke pria asing itu.

Ia juga berharap pihak PLN pun bisa melakukan sosialisasi lebih lagi terhadap masyarakat terkait hal ini.

"Semoga kejadian ini tidak terulang kembali di tempat lain, cukup di saya saja," imbuhnya.
(Tribunkalteng.com/Noor Masrida).

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved