Breaking News:

Berita Palangkaraya

Konsumen Kalteng Ragu Konsumsi Obat Tradisonal Tanpa Register BBPOM

Maraknya penjualan obat-obatan tradisional dari akar kayu atau sejenisnya yang diperjualbelikan oleh Usaha mikro kecil menangah (UMKM) Kalimantan Teng

Tribunkalteng.com / faturahman
Sekda Prov Kalteng, Fahrizal Fitri. 

Editor: Edi Nugroho

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA- Maraknya penjualan obat-obatan tradisional dari akar kayu atau sejenisnya yang diperjualbelikan oleh Usaha mikro kecil menangah (UMKM) Kalimantan Tengah selayaknya mendapat izin atau terdaftar dari Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) setempat.

Sejumlah kalangan hingga, Jumat (5/3/2021) masih ragu untuk mengonsumsi obat-obatan tradisional yang dijual UMKM namun tidak terdaftar di Balai Besar POM, karena dikhawatirkan malah menimbulkan masalah bagi orang yang mengonsumsinya, karena tidak ada register dari BBPOM.

"Terus terang saja, saya masih banyak melihat penjualan obat tradisional yang ada di pasar tradisional maupun di toko-toko obat yang setelah diteliti dalam kemasannya ternyata tidak ada izin atau belum terdaftar di Balai POM sehingga untuk mengonsumsinya masih ragu sebelum ada register dari Balai Besar POM," ujar Mukhtadin warga Palangkaraya, Jumat (5/3/2021).

Sementara itu,

Baca juga: Kuliner Kalteng, Kawasan Wisata Kuliner Yos Soedarso Palangkaraya Diberikan Alat Perekam Pajak Makan

Fahrizal Fitri juga meminta kepada BBPOM di Palangkaraya untuk dapat terus meningkatkan upaya pembinaan dan edukasi, khususnya kepada para pelaku UMKM di bidang obat dan makanan, serta terkait pembinaan program Pasar Aman Pangan dan Sekolah Aman Pangan. "Kita harus memastikan produk-produk yang dijual itu adalah aman untuk dikonsumsi masyarakat,” ujar Fahrizal Fitri.

Hal itu diungkapkan, Sekda Fahrizal Fitri saat membuka secara resmi Forum Group Discussion (FGD) terkait Persepsi Lintas Sektor Terhadap Pelaksanaan Layanan Publik dan Program Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM), bertempat di Swiss Bellhotel Danum Palangkaraya, pada Kamis pagi, 4 Maret 2021.

Sekda mengimbau seluruh masyarakat dan lintas sektor terkait dapat memberikan masukan dan saran, untuk mendukung kinerja BBPOM di Palangkaraya selaku UPT Badan POM, dalam melakukan pembinaan dan pengawasan obat dan makanan di Kalteng. “Demi mewujudkan obat dan makanan yang aman dan bermutu di Kalimantan Tengah,” ujar Fahrizal Fitri. (Tribunkalteng.com / faturahman).

Penulis: Fathurahman
Editor: edi_nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved