Breaking News:

Banjir Kalsel

Banjir Kalsel, Pasca Banjir Tujuh Kilometer Jalan Poros di Bumimakmur Tala Compang-camping

Banjir Kalsel, Banjir besar yang melanda Kecamatan Bumimakmur dan Kurau, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), pertengahan Januari

Tribunkalteng.com/idda royani
Banjir Kalsel, Beginilah penampakan kondisi ruas jalan poros di Bumimakmur pasca banjir. Banyak lubang menganga yang rawan bagi pengendara 

Editor: Edi Nugroho

TRIBUNKALTENG.COM, PELAIHARI - Banjir Kalsel, Banjir besar yang melanda Kecamatan Bumimakmur dan Kurau, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), pertengahan Januari 2021 lalu tak cuma menggenangi ribuan rumah warga.

Jalan poros kecamatan bertetangga itu pun turut tenggelam. Bahkan setidaknya selama sekitar dua pekan tak bisa dilewati mobil. Hanya armada besar jenis truk tronton yang bisa melintas yang saat itu menjadi armada untuk megevakuasi warga ke tempat pengungsian.

Pascabanjir, kerusakan badan jalan poros itu pun tampak jelas. Pantauan banjarmasinpost.co.id pekan lalu lobang besar kecil menghiasi jalan utama penghubung dua kecamatan tersebut yang juga merupakan jalur alternatif menuju Kota Banjarmasin tembus ke lingkar Selatan tersebut.

Penuturan warga, Jumat (5/3/2021), hingga sekarang badan jalan masih penuh lubang. "Mohon pemerintah segera turun tangan memperbaiki karena riskan dan rawan kecelakaan," ucap Muhammad, warga Bumimakmur.

Baca juga: Narkoba Kalsel, Satresnarkoba Polres Tabalong Amankan Dua Pria Terlibat Peredaran Sabu

Pekan lalu saat banjarmasinpost.co.id menaali jalur tersebut kondisinya memang compang-camping. Beberapa lubang cukup dalam dan patah sehingga jika ban kendaraan pengendara slip berpotensi terjatuh. Apalagi badan jalan setempat tidak terlalu lebar.

Mengenai hal itu, Camat Bumimakmir Sahidanor ketika dikonfirmasi mengakui kerusakan cukup serius di jalan poros setempat. "Akibat terlalu lama terendam banjir sehingga badan jalan jadi rusak, banyak lapisan aspal terkelupas dan memunculkan lubang-lubang," ucapnya.

Ia mengatakan hampir sepanjang jalan poros di wilayahnya rusak pascabanjir. Diperkirakannya total panjang kerusakan mencapai tujuh kilometer.

"Mulai dari simpang tiga setelah jembatan besi hingga perbatasan wilayah Kabupaten Banjar, kodisinya rusak, banyak lubang," sebutnya.

Keadaan itu dikatakannya memang cukup riskan bagi pengendara. Apalagi saat malam karena minimnya penerangan lampu jalan

"Kemarin itu memang ada perbaikan darurat berupa penimbunan di sejumlah lubang. Tapi ya tak bertahan lama karena lalu lintas juga ramai lagi pascabanjir," tandasnya.

Pihaknya telah menyampaikan hal tersebut ke Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Pertanahan Tala. Tujuannya agar diteruskan ke Dinas PUPR Provinsi Kalsel mengingat jalan tersebut berstatus jalan provinsi. (Tribunkalteng.com/idda royani)

Penulis: Idda Royani
Editor: edi_nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved