Breaking News:

Kebakaran Lahan Kalteng

Kebakaran Lahan Kalteng, Padamkan Kebakaran Lahan, Petugas Dibekali Mobil Pemburu Api

Kebakaran Lahan Kalteng, Berbagai upaya dilakukan oleh instansi terkait untuk pencegahan kebakaran lahan dan hutan masa perubahan cuaca dari musim pen

Penulis: Fathurahman | Editor: edi_nugroho
Foto PMI Kobar
ilustrasi: Petugas saat memadamkan kebakaran lahan yang terjadi di Jalan Samari 2 Kelurahan Madurejo Pangkalanbun ,Kabupaten Kotawaringin Barat Kalimantan Tengah, Sabtu (27/2/2021). 

Editor: Edi Nugroho

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Kebakaran Lahan Kalteng, Berbagai upaya dilakukan oleh instansi terkait untuk pencegahan kebakaran lahan dan hutan masa perubahan cuaca dari musim penghujan ke musim kemarau salah satunya menyediakan mobil pemburu api milik Polda Kalteng.

Kebakaran lahan mulai terjadi dibeberapa daerah di Kalteng, Kota Palangkaraya merupakan salah satu daerah di Kalteng yang rawan terjadi kebakaran lahan, karena masih banyak lahan gambut dipinggiran kota yang saat ini mulai terbakar sehingga perlu penanganan segera.

Pantauan hingga, Kamis (4/3/2021) cuaca di Palangkaraya, Kalimantan Tengah masih tampak bersih dari pencemaran kabut asap dampak kebakaran lahan, meskipun sebagian lahan pinggiran kota mulai terbakar namun masih dalam skala kecil sehingga belum berdampak pada pencemaran udara.

Terobosan kreatif alat pemadam api yang cepat dan sigap, dipersiapkan Polda Kalteng untuk tugas personilnya dilapangan antara lain, alat pemadam Agus Water Spray (AWS) dan Mobil Pemburu Api yang akan dipakai untuk pemadaman kebakaran lahan jika terjadi di Palangkaraya.

Baca juga: Manfaat Mengunyah Bawang Putih Panggang untuk Kesehatan Tubuh

Kabid Humas Polda Kalteng, Kombes Pol Eko K Saputro, mengatakan, AWS yang merupakan alat pemadam portabel buatan Bripka Agus yang terinspirasi dari alat semprot cuci motor, kemudian dimodifikasi menjadi pemadam portabel dengan menggunakan aki dan dinamo serta kapasitas air 30 liter.

"Selain AWS juga ada mobil pemburu api berjenis komodo yang akan digerakkan untuk memadamkan api dengan medan yang berat dan tidak bisa dilalui mobil pemadam yang besar, karena khusus untuk masuk melakukan pemadaman di semak belukar," terang Eko. (Tribunkalteng.com/ faturahman).

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved