Breaking News:

Batubara Ilegal Kalsel

Batubara Ilegal Kalsel, Polres Tanahbumbu Bekuk DPO Kasus Penambangan Batubara Tanpa Izin

Unit Tipidter Satreskrim Polres Tanahbumbu ringkus Tersangka dugaan penambangan tanpa izin (Peti).

Tribunkalteng.com/man hidayat
Tim Gabungan Polres Tanahbumbu usai menangkap tersangka DPO Ilegel mining 

Editor: Edi Nugroho

TRIBUNKALTENG.COM, BATULICIN - Unit Tipidter Satreskrim Polres Tanahbumbu ringkus Tersangka dugaan penambangan tanpa izin (Peti).

Penangkapan tersangka yang masuk DPO dilakukan Unit Tipidter diback up resmob Polda Kalsel. Penangkapan langsung dipimpin Kanit Tipidter Polres Tanbu Ipda Adhitia Prabowo STrK diback up Resmob Polda Kalsel Pada Selasa (2/3/2021) sekitar pukul 22.00 Wita di Perumahan Bunyamin Permai 1 RAY 4 Nomor 187 Desa Pemurus Luar Kecamatan Kertak Hanyar Kabupaten Banjar Propinsi Kalimantan Selatan.

Tersangka adalah Mukti Wibowo yang ditangkap di rumahnya di Pemurus Kabupaten Banjar itu. Tersangka sudah ditetapkan sebagai DPO sejk 4 Januari 2021.

Tersangka berhasil diamankan sehubungan dengan perkara dugaan tindak pidana penambangan tanpa izin diwilayah PKP2B PT Aritmin Indonesia site Satui di Jombang kecamatan Satui kabupaten Tanahbumbu.

Baca juga: Miras Kalteng, Pengunjung Tenggak Miras, Pemilik dan Karyawan Cafe di Palangkaraya Diperiksa Polisi

Kapolres Tanah Bumbu AKBP Himawan Sutanto Saragih SIK melalui Kasat Reskrim, Iptu Wahyudi, Rabu (3/3/2021) membenarkan penangkapan DPO, Mukti Wibowo di Banjar.

Dia menjelaskan bahwa, aktivitas Peti tersebut diketahui pada Senin tanggal 5 Januari 2021 sekitar pukul 11.30 Wita di Pit Jombang Satui Barat Kecamatan Satui, Tanah Bumbu.

Itu diketahui saat Karyawan PT Arutmin Indonesia Site Satui bersama dengan Anggota Kepolisian PAM OBVIT Polda Kalsel melaksanakan patroli di lokasi tersebut dan telah menemukan 2 unit alat berat jenis excavator merk Kobelco warna hijau yang sedang parkir di lokasi tersebut.

Di duga beberapa unit alat tersebut telah digunakan untuk kegiatan penambangan batu bara tanpa izin di lokasi tersebut. Atas temuan kejadian tersebut para saksi dan barang bukti diamankan ke Mapolres Tanbu.

" Barang Bukti yang diamankan berupa 1 Unit Alat Berat Jenis Excavator Kobelco SK 330 Warna Hijau dan 1 Unit Alat Berat Jenias Excavator Kobelco SK 850 Warna Hijau," sebutnya.

Pelaku disangkakan dengan pasal 158 UU RI No 3 Tahun 2020 tentang perubahan atas UU RI No 4 Tahun 2009 Tentang Pertambangan Mineral Dan Batubara Jo Pasal 55, 56 KUHP dengan ancaman hukuman pidana penjara selama 5 tahun dan Denda Rp 100 M. (Tribunkalteng.com/man hidayat)

Penulis: Man Hidayat
Editor: edi_nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved