Breaking News:

Banjir Kalsel

Banjir Kalsel, Lima Daerah Tertinggal Dalam Usulan Perbaikan Rumah Terdampak Banjir

Banjir Kalsel, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel menyerahkan usulan bantuan perbaikan rumah terdampak banjir Kalsel dari beberapa daer

Penulis: Milna Sari | Editor: edi_nugroho
Tribunkalteng.com/hanani
ilustras: Jalan di Desa Alat yang menghubungkan ke Desa Arangani dan Datarajab yang menyempit akibat longsor diterjang banjir bandang Januari 2021 lalu. 

Editor: Edi Nugroho

TRIBUNKALTENG.COM, BANJARBARU - Banjir Kalsel, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel menyerahkan usulan bantuan perbaikan rumah terdampak banjir Kalsel dari beberapa daerah.

Namun tak semua daerah terdampak mengusulkan bantuan perbaikan rumah.  Menurut Kalak BPBD Kalsel Mujiyat Selasa (2/3/2021) pihaknya terpaksa meninggal beberapa usulan perbaikan rumah dari kabupaten kota lantaran tak melampirkan SK Bupati dan walikota.

"Kita sudah ditunggu dari BNPB dan sudah deadline, kalau menunggu SK dari kabupaten kota yang belum kasian yang sudah lengkap berkasnya," ujarnya.

Karenanya ujar Mujiyat pihaknya terpaksa menjadikan usulan yang sudah dilaporkan ke BNPB dengan sebutan usulan tahap satu.

Baca juga: Kapolda Kalsel Tegaskan Tak Pandang Bulu Terhadap Pembakar Hutan dan Lahan

"Kalau nanti kabupaten kota sudah melengkapi SK baru kita laporkan kembali dengan usulan tahap dua," ujarnya.

Dengan itu jelas Mujiyat BPBD Kalsel mengusulkan sekitar 400 rumah rusak berat yang diusulkan mendapatkan bantuan perbaikan rumah.

"Prioritas kita perbaikan untuk rumah rusak berat dulu yang ringan dan sedang nanti kita usulkan lagi," ujarnya.

Penyerahan data usulan perbaikan rumah rusak akibat banjir ini ujar Mujiyat harus segera dilakukan pasalnya mulai Maret ini pembangunan atau perbaikan rumah harus dimulai sejak Maret ini dan selesai empat bulan kemudian di Juni 2021.

Sementara untuk warga yang rumahnya akan diperbaiki ujar Mujiyat tidak akan direlokasi dan lokasi rumah tetap berada di titik awal rumah masing-masing.

Tambah Kabid perumahan Dinas Perumahan dan Permukiman Kalsel, Bayu Syawaluddin ada empat kabupaten kota yang tidak melampirkan sk kepala daerah dalam usulan perbaikan rumah terdampak banjir yakni Banjarmasin, Banjarbaru, Tapin, HSU dan HSS. Sementara daerah terdampak banjir yang tidak menyampaikan usulan perbaikan rumah rusak adalah Hulu Sungai Utara.

"Hulu Sungai Utara mereka juga kebanjiran tapi mereka sudah biasa, dan hanya terendam namun pengantar dari BPBD sana juga sudah masuk ke kita dan tidak ada SK bupati juga," ujar Bayu.

Total rumah rusak akibat banjir di Kalsel berdasarkan data Disperkim Kalsel yakni

Dana perbaikan rumah rusak berat akibat banjir dari BNPB yakni Rp 50 juta per unit termasuk upah tukang. Dengan spesifikasi rumah yakni tipe 36. Dengan total rumah rusak berat yang diusulkan BPBD Kalsel sebanyak 400 unit maka total anggaran sekitar Rp 20 miliar.
(Tribunkalteng.com/milna sari).

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved