Breaking News:

Prostitusi Online Kalsel

Prostitusi Online Kalsel, Tujuh Perempuan Diamankan Polres Banjarbaru Terjerat Bisnis Selangkangan

Jajaran Polres Banjarbaru melalui Unit Patroli Sat Sabhara Polres Banjarbaru dalam kurun waktu satu minggu berhasil membuka tabir dugaan penjualan jas

Foto Polres BJB
Unit Patroli Sat Sabhara Polres Banjarbaru amankan sembilan orang ungkap dugaan prostitusi online di wilayah hukum Polres Banjarbaru, Kalimantan Selatan 

TRIBUNKALTENG.COM, BANJARBARU - Jajaran Polres Banjarbaru melalui Unit Patroli Sat Sabhara Polres Banjarbaru dalam kurun waktu satu minggu berhasil membuka tabir dugaan penjualan jasa prostitusi online melalui aplikasi yang disalahgunakan.

Giat yang saat itu dipimpin Aiptu Isman berhasil mengamankan sembilan orang dengan rincian tujuh perempuan dan dua pria.

"Satu dari tujuh perempuan masih dibawah umur," kata Kasat Sabhara, AKP Darisuko, Minggu (28/2/2021).

Lebih lanjut, AKP Darisuko mengungkapkan, saat ini peluang para pelaku prostitusi online ini tidak dipungkiri semakin marak.

Hal ini, menurutnya, terlihat dari banyaknya laporan yang diterima melalui Aplikasi Cangkal yang merupakan aplikasi inovasi Polres Banjarbaru.

Baca juga: Kebakaran Kalsel, Kandang Ayam di Pandansari Tala Ludes Terbakar

Dalam aksinya, pelaku menjual jasa prostitusi online ini dilakukan dengan berbagai modus, seperti Stay di Kost, Hotel atau panggilan. Dengan tarif Short Time sekitar Rp 300 hingga Rp 600 ribu dan Long Time sekitar Rp 800 hingga Rp 1,5 juta.

"Untuk kesembilan orang yang berhasil diamankan, kami lakukan pemeriksaan dan juga memanggil orangtua mereka, kemudian sembari menunggu persidangan, sementara waktu mereka ditempatkan di Rumah Singgah Berkarakter Dinas Sosial Kota Banjarbaru," terangnya.

Sementara, Kapolres Banjarbaru, AKBP Doni Hadi Santoso melalui Kasubbag Humas Polres Banjarbaru, IPTU Tajudin Noor mengatakan, bahwa mereka yang berhasil di amankan masih dalam proses Tipiring.

Lanjut, kedepan dalam upaya menekan prostitusi online, Sat Sabhara akan bekerja sama dengan Tim Patroli Siber dan Unit Tipiter Sat Reskrim Polres Banjarbaru guna melakukan penegakan hukum agar diproses sesuai peraturan undang-undang yang berlaku.

"Vonisnya akan lebih berat, sementara untuk pengelola penginapan atau hotel maupun kostan yang terindikasi melakukan pembiaran hal tersebut akan turut mendapatkan pemanggilan untuk diperiksa," tegasnya. (Tribunkalteng.com/Siti Bulkis)

Editor: edi_nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved