Breaking News:

Berita Sampit

Bupati Kotim Segera Undang BKSDA Kalteng Bahas Pembangunan Taman Buaya Sungai Mentaya

Bupati baru Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, H Halikinoor, serius untuk menjadikan pulau tempat habitat buaya Muara Sungai Mentaya

Tribunkalteng.com / faturahman
Pulau Hanaut dan Pulau Lepeh di tengah Sungai Mentaya Kotawaringin Timur ini merupakan habitat Sarang Buaya Muara Sungai Mentaya. 

Editor: Edi Nugroho

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT - Bupati baru Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, H Halikinoor, serius untuk menjadikan pulau tempat habitat buaya Muara Sungai Mentaya, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah untuk dijadikan sebagai taman buaya yang akan di kelola oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalteng.

Halikinoor yang Jumat (26/2/2021) dilantik secara daring oleh Gubernur Kalteng, H Sugianto Sabran ini, menegaskan, pembangunan taman buaya di lokasi habitatnya di Pulau Lepeh dan Pulau Hanaut masuk dalam program 100 hari kerjanya untuk direalisasikan.

Menurut Halikin yang dulunya adalah Sekdakab Kotim ini, wacana itu memang dia utarakan sejak dia masih menjabat sebagai Sekda Kotim."Program ini menjadi prioritas juga untuk melindungi masyarakat yang ada di kawasan sekitar pulau habitat buaya tersebut," ujarnya.

Baca juga: Kebakaran Kalteng, Kebakaran Lahan di Kotawaringin Barat, Kapolda Kalteng Keluarkan Maklumat

Namun begitu, terang dia, dalam merealisasikannya tentu harus berkoordinasi dengan pihak berwenang yakni Balau Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimamtan Tengah terkait pembangunan taman buaya tersebut."Dalam waktu dekat saya akan undang BKSDA untuk membicarakan rencana itu," ujarnya.

Terkait, rencana tersebut, salah satu tokoh muda Kotim, yang juga adalah Ketua Karang Taruna Kalteng, Abdul Hafid, Minggu (28/2/2021) menyatakan sangat mendukung rencana tersebut, agar ada lokasi khusus untuk dijadikan taman buaya sehingga lokasi tersebut akan lebih terpantau oleh petugas khusus.

"Selama ini sering sekali terjadi serangan buaya terhadap warga sekitar Pulau Lepeh dan Pulau Hanaut sehingga jika ada taman khusus untuk pengelolaan buaya, tentunya akan lebih baik, untuk melindungi warga, juga kawasan tersebut jadi kawasan wisata," ujar Hafid. (Tribunkalteng.com / faturahman).

Penulis: Fathurahman
Editor: edi_nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved