Breaking News:

Wabah Corona Kalteng

Wabah Corona Kalteng, Penyebaran Covid-19 Palangkaraya Lewat Klaster Luar Daerah dan Keluarga

Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah hingga, Kamis (25/2/2021) masih menduduki peringkat atas penyebaran Covid-19 di Kalimantan Tengah,

Penulis: Fathurahman | Editor: edi_nugroho
Foto Polda Kalteng
ilustrasi: Wabah Corona Kalteng, pembagian masker gratis untuk mencegah wabah virus corona d Palangkaraya. 

Editor: Edi Nugroho

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA -Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah hingga, Kamis (25/2/2021) masih menduduki peringkat atas penyebaran Covid-19 di Kalimantan Tengah, yang ternyata kasus penyebaran baru virus corona berasal dari klaster luar daerah dan keluarga.

Data penyebaran Covid-19 Palangkaraya Rabu (24/2/2021) tercatat, jumlah terkonfirmasi positif mencapai 3.109 kasus terjadi penambahan 34 , pasien dalam perawatan mencapai 438 berkurang 6, pasien sembuh memcapai 2.555 bertambah 41, sedangkan pasien meninggal dunia mencapai 116 orang bertambah 1 kasus.

Tim Satgas penanganan Covid-19 Kota Palangkaraya masih fokus dengan klaster luar daerah dan klaster keluarga yang mendominasi penyebaran baru kasus terkonfirmasi Positif Covid-19 tersebut di Kota Cantik Palangkaraya yang merupakan daerah tertinggi penyebaran di Kalteng

Ketua Harian Tim Satgas Covid-19 Kota Palangkaraya Emi Abriyani menyebut, sejak tanggal 17 sampai 22 Februari yang lalu, jumlah penambahan orang terkonfirmasi positif mencapai 113 kasus. Lalu pasien dalam perawatan sebanyak 58 orang, kasus sembuh sebanyak 53 orang dan meninggal dunia sebanyak 2 orang.

Baca juga: Satlantas Polres Tapin Tilang Angkutan Sawit Masuk Jalan

Pihak Satgas penanganan Covid-19 terus berupaya untuk mendeteksi penyebaran virus tersebut dengan melakukan pencarian warga yang tertular."Hasil tracing tim kami dilapangan, mayoritas kasus konfirmasi positif Palangkaraya di awali dari mereka yang melakukan perjalanan keluar daerah yang masuk dalam zona merah,” ujarnya.

Emi menjelaskan, klaster luar daerah tersebut berkembang menjadi klaster keluarga yang penularan dilakukan kepada sanak saudara dilingkungan rumah, bahkan kerabatnya dilingkungan kerja sehingga kasus baru penyebaran virus tersebut mendominasi saat di Palangkaraya saat ini."Kami terus berupaya untuk memotong mata rantai penyebarannya," ujarnya. (Tribunkalteng.com / faturahman).

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved