Breaking News:

Pembunuhan di Kalteng

Pembunuhan di Kalteng, Polisi Dalami Keterangan Saksi Kasus Suami Bunuh Istri di Palangkaraya

Kasus pembunuhan sadis yang diduga dilakukan Anang Syahrani (46) terhadap istrinya, Ririn Amelia (35) warga Jalan Petuk Ketimpun Kelurahan Petuk Ketim

Foto Polresta Palangkaraya
Petugas saat melakukan olah TKP di lokasi rumah suami membunuh istri hingga menusuk korban sampai 14 tusukan. 

Editor: Edi Nugroho

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Kasus pembunuhan sadis yang diduga dilakukan Anang Syahrani (46) terhadap istrinya, Ririn Amelia (35) warga Jalan Petuk Ketimpun Kelurahan Petuk Ketimpun Kecanatan Jekanraya, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Rabu (22/2/2021) pukul 00.30 Wib, hingga, Kamis (25/2/2021) masih didalami polisi.

Kasat Reskrim Polresta Palangkaraya, Kompol Todoan A Gultom, mengungkapkan, pihaknya masih terus mengembangkan kasus pembunuhan yang terjadi di Kelurahan Petuk Ketimpun Palangkaraya tersebut, untuk memastikan keterangan anak korban yang masih berumur sebelas tahun tersebut.

Polisi fokus memintai keterangan pada tetangganya, sedangkan untuk keterangan anaknya yang masih kecil penyidik masih belum mau mendalaminya, mengingat anak tersebut masih kecil dan tampak shock karena melihat langsung kejadian penusukan oleh bapak terhadap ibunya.

Baca juga: Warga Kotim Lagi Demam Perahu Ces Sungai Mentaya Jadi Tempat Latihan

"Kasus ini kami dalami terus dengan memintai ketetangan difokuskan kepada tetangga korban yang ada disekitar rumah korban, untuk saat ini penyidik baru memintai dua orang saksi yakni anak korban dan tetangga korban yang nantinya akan terus dikembangkan lagi penyidikannya," ujarnya.

Kasat Reskrim menegaskan, jika dalam penyelidikan pihaknya memang tidak ada keterlibatan pihak lain dalam kasus pembunuhan sadis yang diduga dilakukan oleh suami korban yang telah wafat karena gantung diri maka penyidikan kasus akan dihentikan.

"Kami masih melakukan pendaman kasus ini, untuk memintai keterangan dari saksi lainnya, tetapi jika hasil penelisikan ternyata tidak ada melibatkan pihak lain, tentunya kasusnya akan dihentikan, karena pelakunya meninggal dunia," ujarnya. (Tribunkalteng.com / faturahman)

Editor: edi_nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved