Breaking News:

Banjir di Kalsel

Ribuan Korban Banjir Kalsel di Batola Masih Mengungsi, Harapkan Bantuan Tetap Mengalir

Ribuan warga terdampak banjir di beberapa kawasan di Kabupaten Barito Kuala (Batola) masih mengungsi. Mereka masih membutuhkan bantuan

Tribunkalteng.com/MuhammadTabri
Warga terdampak banjir di pengungsian Desa Sungai Sahurai, Kecamatan Rantau Badauh, Kabupaten Batola. 

TRIBUNKALTENG.COM, MARABAHAN - Belum sepenuhnya surut, ribuan warga terdampak banjir di beberapa kawasan di Kabupaten Barito Kuala (Batola) masih mengungsi. 

Data terakhir dari Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) Batola, tertera 3.834 jiwa masih mengungsi di sejumlah posko dsn rumah sanak keluarga. 

Jumlah pengungsi terbanyak ada di Kecamatan Mandastana, yakni 1.499 jiwa. Mereka tersebar di tujuh desa.

Masing-masing di Desa Antasan Segera, Puntik Luar, Puntik Dalam, Puntik Tengah, Tabing Rimbah, Karang Bunga dan Pantai Hambawang. 

Baca juga: VIDEO Mesjid Viral di Batola Kalsel, Tergenang Banjir Tapi Airnya Jernih

Baca juga: Cek Kesehatan, Korban Banjir Kalsel di Sungai Tabuk Banjar Keluhkan Flu, Pusing dan Diare

Baca juga: Banjir Kalsel, Trauma Healing Hibur Anak-anak Korban Banjir di Barabai HST

Diungkapkan Sumarno, Kepala BPBD Batola, jumlah angka pengungsi akan terus menurun dari hari atau tiap pekannya. Hal ini dikarenakan sejumlah kawasan terus mengalami penurunan debit air. 

"Sejauh ini tanggap darurat memang masih berlangsung hingga 26 Februari, karena masih ada sejumlah kawasan yang terendam air. Status ini juga bisa terus diperpanjang jika belum pulih sepenuhnya," Terang Sumarno. 

Disampaikan Camat Cerbon Hasbi, untuk pengungsi yang ada di wilayahnya saat ini memang terus berkurang, karena warga yang mengungsi memilih kembali ke rumah masing-masing 

"Pengungsi terbanyak kemarin ada di Gor dan sudah pulang, terakhir 16 Februari lalu," ucap Hasbi, Senin, (22/02/2021). 

Adapun sejumlah keluhan masyarakat di kawasan yang masih terdampak banjir adalah akses jalan yang belum sepenuhnya bisa dilewati serta genangan air di lahan pertanian. 

Hal ini dirasakan Samiji, warga Desa Jejangkit Timur, ia mengaku belum bisa beraktivitas karena genangan air di jalan masih cukup tinggi di kawasan rumahnya. 

"Total mas, belum bisa beraktivitas. Karena jalan masih terendam sampai dengkul," ujar karyawan perkebunan sawit ini. 

Kendala serupa juga masih dialami Arpawi, Warga Desa Jejangkit Muara, sebagai petani ia belum bisa menggarap lahan untuk bercocok tanam dikarenakan masih terendam air. 

"Debit air lambat turun di kawasan Jejangkit ini dikarenakan tingginya intensitas hujan belakangan ini," beber Arpawi. 

Baca juga: Banjir Kalsel, Trauma Healing Hibur Anak-anak Korban Banjir di Barabai HST

Ia pun berharap, karena masih terkendala untuk beraktivitas, maka bantuan dari donatur maupun pemerintah tetap diperlukan. Hingga mereka benar-benar bisa berusaha kembali. 

Adapun sejumlah kawasan yang masih terdampak banjir di Batola setidaknya tersebar di tiga kecamatan, yakni Cerbon, Jejangkit dan Mandastana. (Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Tabri) 

Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved