Breaking News:

Berita Banjarbaru

Sekolah Banjarbaru Kalsel Dapat Kuota 10 Sekolah Penggerak

Kota Banjarbaru akan jadi salah satu daerah yang menjalankan program Sekolah Penggerak.

Foto istimewa/ Dewi Sakura
Kepala SMPN 8 Banjarbaru Dewi Sakura (tengah) 

Editor: Edi Nugroho

TRIBUNKALTENG.COM, BANJARBARU- Kota Banjarbaru akan jadi salah satu daerah yang menjalankan program Sekolah Penggerak.

Dinas Pendidikan Banjarbaru menyebut ada 10 sekolah di Banjarbaru bakal menjadi percontohan program Sekolah Penggerak pada Tahun Ajaran 2021/2022.

Terdiri dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebanyak dua sekolah, jenjang Sekolah Dasar (SD) sebanyak tiga sekolah, jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebanyak dua sekolah, jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) sebanyak dua sekolah dan jenjang Sekolah Luar Biasa (SLB) sebanyak dua sekolah.

Baca juga: Banjir Kalsel, Pasca Banjir, Warga Sungai Tabuk Keluhkan Pilek dan Diare

Kepala Bidang Bina SMP Disdik Banjarbaru, Alamsyah mengatakan saat ini Bananrbaru untuk SMP mendapat dua kuota sekolah.

Dia mengakui sekolah mana yang akan ditunjuk untuk saat ini masih tahap sosialisasi.

"Juga pendaftaran untuk kepala sekolah dan nanti akan dipilih," kata dia.

Kepala Bidang Bina SD Disdik Banjarbaru, Edy Yuana Pribadi menambahkan di Banjarbaru, sekolah dasar mendapat tiga kuota.

"Memang masih dalam tahap sosialisasi belum dipilih sekolah mana yang ditunjuk," ujar dia.

Kepala SMPN 8 Banjarbaru, Dewi Sakura mengaku saat ini sekolahnya masih melihat sejauh mana program ini saat sosialisasi.

"Kita lihat aja nanti, jika tujuannya jelas utk memajukan sekolah, bukan hanya mengejar sebuah proyek besar, saya siap," kata dia.

Dia menambahkan apakah ada kelanjutan ditahun 2024 ini tidak jelas, pertanyaan ini yang membuat maju mundur. Upaya upaya untuk menuju sekolah penggerak tentunya sesuai prosedural yang telah ditetapkan pemerintah.

"Mulai dari pendaftaran yang syaratnya sangat luar biasa, test dari beberapa segi yang tentunya memerlukan waktu, meluangkan waktu khusus, konsentrasi dll," urai Dewi.

Program Guru Penggerak (PGP) menambah jenis program pembinaan guru yang sudah berjalan sebelumnya, seperti program sertifikasi guru melalui PPG (Pendidikan Profesi Guru), yang dulunya PLPG (Pendidikan dan Latihan Profesi Guru), pembinaan kelompok guru seperti MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) dan KKG (Kelompok Kerja Guru), juga berbagai diklat guru.

"Semua program tersebut dinilai masih kurang dalam meningkatkan kompetensi guru. Pertanyaannya bagaimana dengan PGP? Sejauh mana program ini meningkatkan kompetensi guru hingga bisa meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia?," tambah dia.
(Tribunkalteng,.com//Khairil rahim).

Penulis: Khairil Rahim
Editor: edi_nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved