Breaking News:

Berita Nasional

Menkes Tegaskan Mutasi Baru Covid-19 Belum Ada di Indonesia

Menteri kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, hingga saat ini belum ditemukan jenis mutasi baru virus Covid-19 yang berasal dari Inggris, Afrik

ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc.(ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengikuti rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/2/2021). Rapat kerja tersebut membahas usulan penambahan anggaran Kementerian Kesehatan dengan total sebesar Rp134,46 triliun untuk penanganan COVID-19. 

Editor: Edi Nugroho

TRIBUNKALTENG.COM, JAKARTA - Menteri kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, hingga saat ini belum ditemukan jenis mutasi baru virus Covid-19 yang berasal dari Inggris, Afrika Selatan, dan Brasil, di Indonesia.

"Sampai saat ini, kita belum menemukan, bukannya belum ada, adanya virus yang kita deteksi di lab PCR dengan strain atau dengan jenis mutasi yang dari London, maupun yang dari Afrika Selatan, maupun yang dari Brazil," kata Budi dalam konferensi pers yang disiarkan akun Youtube BNPB Indonesia, Sabtu (20/2/2021).

Kendati demikian, Budi menegaskan pihaknya akan terus melakukan pemeriksaan untuk terus melacak keberadaan mutasi virus tersebut di Indonesia.

"Kami akan terus sekarang memperbaiki frekuensi dan kualitas sampling dari lab-lab PCR yang ada untuk memastikan kita cukup rapat atau cukup reket, cukup kecil-kecil jala-jalanya untuk mengidentifikasi dini kalau ada mutasi virus," ujar Budi.

Baca juga: Dapat Dana Pembebasan Lahan, Bos Pertamina Rosneft Sedih Warga Tuban Beli Ratusan Mobil

Budi menyebutkan, dalam kurun waktu Januari hingga Februari 2021, telah terdapat 180 sampel yang diperiksa.

Angka itu lebih tinggi dibanding perolehan tahun lalu di mana hanya memeriksa 170 sampel sepanjang tahun 2020.

"Jadi yang kita lakukan dalam 1,5 bulan ini sudah jauh lebih banyak daripada yang kita lakukan setahun yang lalu sesuai," kata Budi.

Budi menambahkan, Kementerian Kesehatan bersama Kementerian Riset dan Teknologi telah menyiapkan 12 laboratorium untuk memeriksa mutasi virus tersebut.

"Untuk bisa melakukan koordinasi melakukan sampling dan testing untuk mutasi baru, strain virus yang baru, dengan metode whole genome sequencing dan partial genome sequencing," kata dia. (kompas.com).

Editor: edi_nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved