Penceraian Kalsel

Penceraian Kalsel, Sebanyak 97 PNS Banjarbaru Bercerai di Masa Pandemi Covid- 19

Hampir satu tahun pandemi Covid 19 melanda kota Banjarbaru ternyata berbuah positif dengan turunnya angka perceraian di Kota Banjarbaru yang diajukan

Penulis: Khairil Rahim | Editor: edi_nugroho
Tribunkalteng.com/Khairil rahim
Kantor Pengadilan Agama Kota Banjarbaru Kalsel. 

Editor: Edi Nugroho

TRIBUNKALTENG.COM, BANJARBARU- Penceraian Kalsel, Hampir satu tahun pandemi Covid 19 melanda kota Banjarbaru ternyata berbuah positif dengan turunnya angka perceraian di Kota Banjarbaru yang diajukan masyarakat ke Pengadilan Agama (PA).

Namun penurunan ini banyak disebabkan akibat pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) lalu.

Ketua Pengadilan Agama Kota Banjarbaru, H. Muhammad Nuruddin, melalui Panitera Muda Hukum, Hj. Maslahah mengatakan pendaftaran perkara hanya diterima secara daring. Pihaknya tidak menerima pendaftaran secara langsung di masa pandemi covid-19 selama beberapa bulan.

Baca juga: Belajar Daring Kalsel, Sejumlah Kecamatan Kotabaru Kalsel Kesulitan Jaringan Internet

"Sesuai kebijakan MA (Mahkamah Agung), kita diinstruksikan untuk memberikan layanan secara online, baik pendaftaran maupun persidangan," katanya.

Lalu sejak Juni 2020, pendaftaran perkara dibuka kembali secara langsung dan juga online. Dia melihat pengajuan perkara perceraian sudah berjalan namun tetap tidak se normal pada hari-hari biasa.

Maslahah menjelaskan berdasarkan data sebanyak 385 perkara cerai gugat, dan cerai talak sebanyak 95 perkara pada 2020 lalu.

"Jumlah ini memang turun di andong tahun tahun sebelumnya," kata dia.

Sementara untuk Januari 2021 ada sebanyak 17 perkara dengan rincian cerai gugat ada 8 perkara dan cerai talak ada 9 perkara.

Terbanyak perceraian terjadi dengan alasan Perselisihan dan pertengkaran terus menerus sebanyak 362 perkara lalu faktor ekonomi 39 perkara.

"Sisanya karena Zina 3 kasus, Mabuk (8), Madat (3), Judi (3), Meninggalkan salah satu pihak )38), Dihukum penjara (4), Poligami (14), Kdrt (4), Murtad (2),"katanya.

Tidak hanya masyarakat umum, aparatur sipil negara pun banyak melakukan perceraian dimasa pandemi yakni dengan 97 perkara.

"Dari ASN cerai talak sebanyak 11 dan di tambah dari tahun lalu 4 menjadi 15, dan cerai gugat sebanyak 82," ucapnya. (Tribunkalteng.com/Khairil rahim).

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved