Breaking News:

Berita Palangkaraya

Korban Pencurian di Palangkaraya Kalteng Berdamai Dengan Pelaku Karena Alasan Kemanusiaan

Seorang perempuan berinisial NE berumur 30 tahun, yang menjadi korban pencurian dan kasusny sempat masuk ke Polsek Pahandut Palangkaraya, pelakunya di

Foto Polsek Pahandut
Kapolsek Pahandut Palangkaraya, Kompol Edia Sutaata, saat memimpin mediasi antara korban pencurian dan pelakunya. 

Editor: Edi Nugroho

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Seorang perempuan berinisial NE berumur 30 tahun, yang menjadi korban pencurian dan kasusny sempat masuk ke Polsek Pahandut Palangkaraya, pelakunya ditangkap namun dengan alasan kemanusiaan dia bersedia berdamai dengan pencuri yang telah mencuri uangnya.

Bukan hanya itu, NE yang jadi korban pencurian tersebut, bahkan rela memberikan uangnya senilai Rp410 ribu rupiah kepada pencurinya karena si pencuri beralasan uang tersebut untuk biaya pengobatan orang tuanya yang sakit keras sehingga dia nekat mencuri barang milik korban.

Satgas KONI Dorong Perbaikan Peringkat Atlet Kalteng di PON XX Papua 2021

Kapolsek Pahandut Palangkaraya Kompol Edia Sutaata, Jumat (5/2/2021) mengungkapkan, kronologi pencurian berawal ketika korban bermaksud mem fotocopy di Toko ATK Norma, di Jalan Achmad Yani Kelurahan Langkai Kecamatan Pahandut , namun dia tidak menyadari kalau dompetnya tertinggal di dashboard sepeda motor yang terparkir.

"Saat itu korban telah selesai mem fotocopy, kemudian ingin mengambil uang, namun dompet tersebut sudah tidak ada.Isi dompet uang Rp. 11.000,- cincin emas italia 1 gram beserta kwitansi pembelian, STNK mobil, KTP , Kartu ATM, 2 lembar kartu BPJS, 2 lembar KIA, NPWP, dengan total kerugian 450 ribu rupiah,” ujarnya.

Kemudian, Hari Rabu (3/2/2021) sore, pelaku seorang pria berinisial NS (31) ditangkap beserta barangbukti berupa satu buah dompet beserta isinya diamankan Unit Reskrim Polsek Pahandut , namun emas seberat 1 gram milik korban telah dijual pelaku seharga 410 ribu rupiah.

Esok harinya, korban dipanggil ke Polsek Pahandut untuk dilakukan Restorative Justice, mediasi antara Korban dengan Pelaku yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Pahandut bersama Kanit Reskrim Polsek Pahandut Ipda Andri Wicaksono, S.Sos dan Anggota Unit Reskrim.

Namun, saat itu, uang Rp450 ribu tersebut malah diberikan kembali kepada pencurinya." Uang itu diberikan kepada pelakunya untuk membantu orang tuanya yang sedang sakit."Dia (korban) cuma berpesan agar perbuatan mencuri tersebut tidak diulangi lagi," ujarnya.

Kapolsek, Kompol Edia Sutaata mengatakan, dengan rasa kemanusian korban tidak keberatan dengan kejadian yang dialaminya dan mengikhlaskan uang diberikan kepada pelaku untuk membantu membeli obat bagi orangtuanya."Penegakan hukum tidak semata-mata mencari kepastian hukum tapi juga memenuhi rasa keadilan,seperti perkara ini," ujarnya. (Tribunkaltengcom / faturahman).

Penulis: Fathurahman
Editor: edi_nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved