Berita Tapin

Lima Perempuan Tapin Kalsel Batal Jadi Imigran Gelap di Uni Emirat Arab

Kembali terciduk warga Kalimantan Selatan yang ingin menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) Non prosedural sebanyak lima orang di Bandar Udara Syams

Penulis: Milna Sari | Editor: edi_nugroho
Tribunkalteng.com/milna sari
Kembali terciduk warga Kalimantan Selatan yang ingin menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) Non prosedural sebanyak lima orang di Bandar Udara Syamsuddin Noor Banjarmasin di Banjarbaru Kalimantan Selatan Senin (1/2/2021) malam. 

Editor: Edi Nugroho

TRIBUNKALTENG.COM, BANJARBARU - Kembali terciduk warga Kalimantan Selatan yang ingin menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) Non prosedural sebanyak lima orang di Bandar Udara Syamsuddin Noor Banjarmasin di Banjarbaru Kalimantan Selatan Senin (1/2/2021) malam.

Lima orang calon PMI Non prosedural yang semuanya perempuan ini dicegat saat akan berangkat ke Jakarta.

Terang Kepala UPT Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Banjarbaru Amir Hakim Abdi Sihotang melalui sub koordinator perlindungan, Rizal kepada Banjarmasinpost.co.id Selasa (2/2/2021) pihaknya sebelumnya telah menerima informasi dari masyarakat terkait rencana keberangkatan beberapa orang warga Kalsel ke Jakarta pada 1 Februari 2021. Beberapa orang tersebut berangkat ke Jakarta diduga akan melanjutkan proses untuk bekerja ke Timur Tengah tanpa dokumen resmi.

Polres Kobar Tangkap Warga Arut Selatan Diduga Ingin Melakukan Pemerkosaan

Selanjutnya pada pukul 14:00 WITA petugas UPT BP2MI Banjarbaru bersama petugas Avsec Angkasa Pura didampingi petugas Polsek Bandara melakukan sweeping di area keberangkatan bandara Syamsuddin Noor, dan ditemukan tiga orang wanita asal Tapin yg mengaku dibawa oleh sponsor atau calo bernama Wahidah.

"Bahkan dua diantaranya juga sudah memiliki visa tourist ke Uni Emirat Arab yang akan digunakan untuk bekerja di sana," ujar Rizal.

Selang beberapa waktu kemudian kembali ditemukan dua orang wanita lagi asal Tapin yg mengaku dibawa oleh sponsor atau calo bernama Noor Latifah.

"Jadi calon PMI Non prosedural ini semua dari Tapin dan calo atau sponsornya juga dari Tapin," jelas Rizal.

Calon PMI Non prosedural tersebut mengaku diantar ke bandara oleh calo masing-masing untuk kemudian masuk ke bandara secara mandiri, dan setelah itu kedua calo menghilang.

Menurut pengakuan salah satu calon PMI mereka rencananya akan dijemput di Jakarta oleh calo lain yang bernama Rusli untuk dibawa ke penampungan milik calo bernama Supriyadi di wilayah Jakarta.

"Setelah ditemukan di bandara, mereka langsung kita bawa ke UPT BP2MI Banjarbaru untuk dilakukan pemeriksaan dan kita fasilitasi untuk diantar ke Disnaker Kabupaten Tapin untuk pendataan lanjutan dan dipulangkan ke rumah masing-masing," tambah Rizal.
(Tribunkalteng.com/milna sari).

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved