Update Banjir Kalsel
Langgar Lenyap Saat Banjir Bandang di Barabai HST Kalsel
Banjir bandang di Kabupaten Hulu Sungai Tengah telah menerjang 10 dari 11 Kecamatan.
Penulis: Hanani | Editor: edi_nugroho
Editor: Edi Nugroho
TRIBUNKALTENG.COM, BARABAI- Banjir bandang di Kabupaten Hulu Sungai Tengah telah menerjang 10 dari 11 Kecamatan.
Terparah di Kecamatan Barabai dan Hantakan. Salah satu Desa yang merasakan dampak dasyat dari banjir tersebut adalah Desa Alat.
Sembilan rumah hanyut terbawa arus dan satu tempat ibadah, yaitu Langgar Noor Hidayah lenyap sampai ke pagar-pagar dan tanahnya.
• Disdik Kalsel: Perbaikan Kerusakan Ringan Sekolah Terdampak Banjir Dari Dana BOS
Langgar tersebut larut ke sungai terbawa derasnya air bah tanpa menyisakan apapun. "Banjir datang sekitar pukul 23.00 Wita sampai pukul 02.00 baru surut,"ungkap Abdul Wahab, pengurus Langgar sekaligus imam salat di tempat ibadah tersebut.
Upaya untuk membangun kembali tempat ibadah pun dilakukan warga setempat, dengan membeli lahan secara cicilan kepada pemilik lahan.
Lokasinya, di seberang eks langggar yang lenyap. Bekas langgar yang hilang itu letaknya di pinggir Sungai Alat.
"Kami berupaya membeli lahan seharga Rp 135 juta dan dari hasil urunan baru terkumpul Rp 50 juta sebagai uang muka,"jelas Wahab.
Ditambahkannya, untuk sisanya Rp 85 juta diberi waktu selama tiga bulan untuk membayar. Namun, jika uang belum terkumpul, pemiliknlahan masih memberikan kelonggaran waktu pelunasan.
Warga yang ditimpa musibah itupun berharap,uluran tangan donator untuk membantu pembebasan lahan.
Mereka yang mau berdonasi, bisa langsung datang ke Desa Alat RT 02 dan menghubungi panitia pembebasan lahan.
"Semoga ada dermawan yang tergerak membantu kami membangun kembali Langgar dengan berwakaf untuk kami salat berjamaah, dan azan bisa kembali berkumandang dari Langgar,"kata Wahab. (Tribunkalteng.com/hanani)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kalteng/foto/bank/originals/desa-alat-kecamatan-hantakan-hst-sadfsdf.jpg)