Breaking News:

Berita Palangkaraya

Buaya Empat Meter Gegerkan Warga Pelangsian Sampit, Muncul Naik ke Batang Kayu

Warga yang tinggal dibantaran Sungai Mentaya, sekitar Pelabuhan Pelangsian, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur

Penulis: Fathurahman | Editor: edi_nugroho
Foto Hairianur warga Kotim
Buaya Sungai Mentaya ini muncul menampakkan diri tak jauh dari lokasi serangan terhadap seorang warga Pelangsian, Sampit Kotim , Kalteng sebulan yang lalu. 

Editor: Edi Nugroho

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT- Warga yang tinggal dibantaran Sungai Mentaya, sekitar Pelabuhan Pelangsian, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Senin (1/2/2021) digegerkan kemunculan buaya berukuran sekitar empat meter.

Buaya yang sebelumnya tampak berenang di tengah Sungai Mentaya ini, sempat menjadi tontonan warga sekitar Pelabuhan Pelangsian tak jauj dari lokasi buaya yang memangsa lengan kiri Nenek Bahriah (74) beberapa waktu lalu.

Reaksi Moeldoko Saat Namanya Disebut Ingin Gulingkan AHY: Saya Sih Sebetulnya Prihatin

Informasi dari Kai Juhran (suami Nenek Bahriah) warga Pelangsian, Sampit, Senin (1/2/2021) sore yang ditemui di rumahnya, buaya muara tersebut awalnya berenang di tengah sungai Mentaya namun beberapa saat kemudian singgah pinggir sungai dan naik ke batang kayu lanting milik warga sehingga membuat warga ramai menontonnya.

"Buayanya besar sekitar empat meter dia sempat naik ke batang kayu yang biasa dipakai warga untuk mandi, kemudian berenang lagi ke tengah sungai tak lama setelah itu buayanya menghilang, sehingga datang petugas BKSDA dan Kades Pelangsian," ujarnya.

Kades Pelangsian, Ismail, membenarkan adanya buaya yang muncul dipinggiran Sungai Mentaya dan naik ke batang kayu tersebut."Ya, panjangnya tiga meter lebih mungkin sekitar empat meteran, memang sempat menjadi tontonan warga saat dia naik keatas batang kayu dan berenang," ujarnya.

Ismail mengatakan, pihaknya hingga, saat ini masih mencari buaya yang sempat memangsa warga hingga lengan Nenek Bahriah putus disambar buaya saat melakukan aktifitas di bantaran Sungai Mentaya."Kami masih memasang pancing di sekitar lokasi penyerangan itu," ujarnya.

Sementara itu, Komandan BKSDA Sampit, Muriansyah, saat dikonfirmasi membenarkan, ada buaya muncul disekitar lokasi penyerangan warga Pelangsian sebulan yang lalu."Kami masih memasang umpan dan sempat beberapa kali disambar tetapi belum berhasil menangkap buaya tersebut," ujarnya.

Meski begitu sebutnya, pihaknya telah memasang plang pengumuman hati-hati serangan buaya."Kami minta warga jangan beternak unggas di bantaran Sungai Mentaya karena rawan memancing buaya datang ke lokasi tersebut, kami lihat disekitar lokasi serangan buaya itu masih ada warga yang beternak unggas," ujarnya.

Informasi dari warga setempat, buaya Muara Sungai Mentaya tersebut sudah sering muncul di sekitar Pelabuhan Pelangsian."Ada yang ukuran kecil, ada juga yang sedang ada juga yang ukuran sekitar enam meter, ini memang membuat kami takut," ujar Aran salah satu warga Pelangsian yang tinggal di bantaran Sungai Mentaya.

Plang papan peringatan waspada serangan buaya yang dibuat oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Ssmpit ,hingga, Selasa (2/2/2021) masih terpasang di sejumlah titik di Bantaran Sungai Mentaya Sampit, warga bantaran sungai mentaya juga tidak berani lagi mandi di sungai terutama di sekitar lokasi kemunculan buaya. (Tribunkalteng.com / faturahman).

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved