Breaking News:

Update Banjir Kalsel

Empat Hari Pelayanan Lumpuh Karena Banjir, RSHD Barabai Kembali Normal

Selama empat hari lumpuh total usai direndam banjir bandang 14 Januari lalu, pelayanan di Rumah Sakit H Damanhuri (RSHD) Barabai kembali normal.

Penulis: Hanani | Editor: edi_nugroho
Tribunkalteng.com/hanani
Rumah Sakit H Damanhuri Barabai HST 

Editor: Edi Nugroho

TRIBUNKALTENG.COM, BARABAI- Selama empat hari lumpuh total usai direndam banjir bandang 14 Januari lalu, pelayanan di Rumah Sakit H Damanhuri (RSHD) Barabai kembali normal. Pihak rumah pun kembali membuka pelayanan pasien rawat jalan maupun rawat inap.

Direktur RSHD Barabai, dr M Asnal, kepada banjarmasinpost.co.id, Minggu (31/1/2021) menjelaskan, sebelumnya banjir yang turut merendam rumah sakit selama empat hari, membuat pelayanan lumpuh meski hanya sebagian ruang perawatan tergenangi air. Hal itu juga karena semua rumah dokter yang tinggal di rumah dinas sekitar rumah sakit, perawat serta pegawai rumah sakit ikut terdampak.

Jangan Cuma di Smartphone, ini Cara Mudah dan Praktis Menggunakan Line di PC atau Laptop

"Saya sendiri saat banjir datang langsung mengungsi ke ruang kerja lantai 2 rumah sakit, dan sempat menginap sambil kerja di rumah sakit selama satu minggu,"katanya.

Dijelaskan, ketinggian air di rumah sakit yang menggenangi seluruh koridor sekitar 30 senti meter. Sedangkan ruangan yang terendam, hanya ruang 1 isolasi pasien covid19. Pasiennya pun terpaksa dievakuasi ke ruang isolasi 2 yang masih memungkinkan menampung pasien.

Sedangkan ruang VIP,Kelas 1 dan 2 aman,termasuk ruang rawat inap kelas 3 yang letaknya di lantai 2. Begitu pula ruang rawat jalan, tak tergenang. Meski demikian, selama empat hari, rumah sakit belum bisa menerima pasien. "Kami membuka kembali pelayanan sejak Senin 18 Januari 2021, namun saat itu tidak ada pasien yang datang berobat jalan, diduga karena akses jalan masih tergenang. Diakui, selama pasokan listrik dan pelayanan PDAM yang lumpuh ditambah jaringan komunikasi yang belum normal sekitar lima hari pasca banjir bandang, membuat pihaknya kesulitan melakukan pelayanan.

"Khususnya pasien cuci darah. Alhamdulillah masalah air bersih teratasi dengan adanya bantuan relawan dari Tapin dan kabupaten tetangga lainnya mengantari kami air menggunakan mobil tangki. Ada sembilan tangki air bersih mereka antar ke rumah sakit tiap hari, sampai air PDAM kembali mengalir,"katanya.

Mengenai dampak banjir terhadap kesehatan masyarakat, Asnal mengakui pihaknya merawat 26 orang pasien yang terserang diare. "Kebanyakan pasiennya anak-anak,"jelasnya. Sedangkan pasien dengan keluahan penyakit kulit akibat banjir kata Asnal sementara belum ada. (Tribunkalteng.com/hanani)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved