Breaking News:

Update Banjir Kalsel

Terendam Banjir, Ratusan Hektar Jeruk di Batola Kalsel Terancam Rusak

Puluhan hari digenangi banjir, ratusan hektar kebun jeruk di Kabupaten Barito kuala, Kalimantan Selatan, terancam rusak dan mati.

Editor: edi_nugroho
Tribunkalteng.com/MuhammadTabri
Petani jeruk, memperlihatkan kondisi daun jeruk yang mulai menguning akibat batang pohonnya lama terendam banjir 

Editor: Edi Nugroho

TRIBUNKALTENG.COM, MARABAHAN - Puluhan hari digenangi banjir, ratusan hektar kebun jeruk di Kabupaten Barito kuala, Kalimantan Selatan, terancam rusak dan mati.

Hal ini disebabkan cukup lamanya genangan air yang merendam batang pohon-pohon jeruk di kebun warga.

Diungkapkan Sugiarto, warga Desa Karang Indah, Kecamatan Mandastana, banjir yang menimpa kebun jeruknya serta warga lainya telah berlangsung sekitar 13 hari.

Jelang Sidang MK Gugatan Paslongub Ben-Ujang, Polda Kalteng Gelar Patroli Skala Besar

Sedangkan menurut pengalamannya, pohon jeruk hanya bisa bertahan kisaran 15 hari saja. Maka akan timbul ciri-ciri kerusakan pada pohon jeruk.

"Abis terendam lama, biasanya bagian daun mulai menguning dan terlihat kerucut, lalu kering dan bisa berangsur mati," Beber Sugiarto.

Sementara ini ia memprediksi sekitar 600 hektar kebun jeruk yang terdampak banjir di Desa Karang Indah, sebagian ditanam dengan khusus jeruk sebagian lagi dengan pola tumpang sari dengan padi.

Sedikit beruntung, untuk panen raya edisi tahun ini telah usai berlangsung. Sehingga petani jeruk masih sempat mengambil keuntungan, sebelum banjir datang cukup parah.

Mengenai rusaknya tanaman Hortikultura ini, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (Kadistan TPH) Batola, Murniati akan melakukan pendataan setelah banjir usai. Untuk mengetahui mana yang terselamatkan dan mana yang puso.

"Kita akan coba minta perhatian pemerintah Provinsi Kalsel maupun Kementerian Pertanian, mudah-mudah ada bantuan untuk masyarakat Barito Kuala," Terangnya, Selasa (26/01/2021).

Murniati pun menambahkan, banjir terparah di awal 2021 ini
Sangat riskan, karena menimpa sejumlah kawasan sentra produksi pertanian di Batola.

Seperti Kecamatan Mandastana, Rantau Badauh dan Jejangkit, serta beberapa Kecamatan di sekitarnya. (Tribunkalteng.com/MuhammadTabri)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved