Breaking News:

Berita Batulicin

Hingga Pukul 13.00 Wita, Dua Korban Ditemukan di Lokasi Tambang Batubara Manual Tanahbumbu

Lagi, satu korban yang terperangkap selama beberapa hari di area tambang batubara manualan di KM 33 Desa Mentawakan Mulya dihari keempat temukan.

Penulis: Man Hidayat | Editor: edi_nugroho
Tribunkalteng.com/man hidayat
TNI dan satu korban yang terperangkap selama beberapa hari di area tambang batubara manualan di KM 33 Desa Mentawakan Mulya dihari keempat ditemukan. 

Editor: Edi Nugroho

TRIBUNKALTENG.COM, BATULICIN - Lagi, satu korban yang terperangkap selama beberapa hari di area tambang batubara manualan di KM 33 Desa Mentawakan Mulya dihari keempat temukan.

Sudah ada 2 korban dari 10 orang yang terperangkap di dalam lorong area tambang batubara manual ditemukan tim pencarian hingga Rabu (27/1/2021) hingga pukul 13.00 wita.

Korban pertama diketahui bernama Memet dan kedua bernama Syaifudin. Keduanya ditemukan didalam lorong batubara manualan tersebut.

Rel Kereta Api Kalteng Turut Dibahas Dalam Rapat Rencana Alokasi Anggaran 2022-2024

Dandim 1022/TNB, Letkol Cpn Rahmat Trianto, mengatakan saat ini kendala cuaca tersebut masih menyulitkan anggota dan masyarakat untuk melakukan evakuasi.

Namun saat ada celah di pintu, anggota dan masyarakat mulai masuk melakukan pemeriksaan kedalam lorong.

" Hingga siang ini, kita temukan ada dua orang dari 10 orang yang terperangkap. Pertama ditemukan sekitar pukul 11. 00 wita dan kedua ditemukan pukul 12.30 wita," sebut Dandim.

Dia menyebutkan, korban yang ditemukan keduanya dalam keadaan meninggal dunia. Korban pertama ditemukan didalam lorong yang kedalamnya sekitar 5 meter. Sementara korban kedua ditemukan didalam lorong sekitar 70 meter dari mulut lorong batubara.

" Jadi dua korban ini diketahui bernama Memet asal Pelaihari Tanahlaut dan Syaifudin asal Amuntai," sebutnya.

Namun kegiatan evakusi ini masih harus terkendala cuaca yang menyulitkan petugas. Sebab masih terjadi hujan sehingga menyulitkan air yang ada dilokasi kembali harus disedot lagi.

" Kendala kita memang masih memjadi kendala utama, mendung dan hujan masih sering turun sehingga menyulitkan," katanya. (Tribunkalteng.com/man hidayat)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved