Breaking News:

Berita Palangkaraya

Pasokan dari Kalsel Terganggu, Distributor Sembako di Palangkaraya Ini Kehabisan Stok Gula

Ketersediaan sembako di Kalteng terganggu akibat terganggunya jalur trasportasi dari Kalsel ke Kalteng

banjarmasinpost.co.id/faturahman
Stok beras mulai menipis dan gula kosong di gudang distributor di Palangkaraya. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Gangguan distribusi angkutan sembako di Banjarmasin Kalimantan Selatan ke Kalimantan Tengah akibat jalan yang rusak pasca banjir berdampak terhadap ketersediaan sembako di Kalteng.

Beberapa ibu rumah tangga di Palangkaraya mulai mengeluhkan mulai sulitnya mendapatkan gula pasir.

Mereka juga mengeluhkan naiknya harga ikan terutama patin yang selama ini banyak dipasok dari Kalimantan Selatan untuk di jual di Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

"Mencari ikan patin yang mulai sulit  jikapun ada harganya mulai naik," ujar Sriwati ibu rumah tangga di Jalan Pausraya Palangkaraya.

Baca juga: Stok Sembako dan Barang Masih Cukup di Kalteng, Pelabuhan Sampit Jadi Alternatif Angkutan Barang

Terganggunya pasokan sembako ke distributor sembako di Palangkaraya juga diakui oleh H Yamin salah satu distributor di Pasar Besar Palangkaraya.

Ia mengaku saat ini stok gula pasir di gudang miliknya sejak sepekan ini kosong. Padahal, sudah dipesan melalui jasa angkutan darat di Kalsel.

"Digudang kami sudah sepekan ini kosong stok gula, saya sudah pesan sejak seminggu yang lalu untuk gula karena sudah hampir habis seminggu yang lalu dan saat ini stok di gudang sudah habis. Kami dapat info armada kami tertahan di dalam perjalanan di Banjarmasin karena antrean panjang," ujarnya, Senin (25/1/2021).

Menurut dia, saat ini stok beras pun mulai menipis sehingga pihaknya juga sudah meminta pengiriman lagi dari Banjarmasin untuk dipasok ke gudang miliknya.

"Beras saat ini memang masih ada tetapi kan dibeli orang terus, stoknya terus berkurang jika tidak ditambah tentunya akan habis nantinya," ujarnya.

Dia tidak menampik adanya anjuran Pemerintah Provinsi Kalteng yang menghendaki agar sementara waktu mengalihkan pengiriman barang dan sembako dari Pelabuhan  Trisaksi ke Pelabuhan Sampit, tetapi dari segi pembiayaan lebih mahal dibandingkan lewat Banjarmasin. 

"Saya biasanya beli barang dari jawa hingga  satu kontiner dikirim dari Pulau Jawa ke Pelabuhan Trisakti Banjarmasin Rp10 juta, tapi ketika dialihkan ke Sampit satu kontiner  barang dari jawa ke Sampit bisa mencapai Rp15 juta. Itu belum lagi biaya pengiriman dari Sampit ke Palangkaraya," ujarnya. 

Baca juga: Ratusan Kepala Keluarga Korban Banjir Seruyan Kalteng Dapat Bantuan Sembako

Sementara itu, Wakil Ketua Hiswana Migas Kalimantan, Andrey L Narang, saat dikonfirmasi pendistribusian BBM ke Kalteng tidak ada masalah, karena selama ini kapal BBM sandar di Pulangpisau, Kalimantan Tengah. 

Bahkan dia mengatakan, pihaknya yang membantu pasokan BBM ke Batola dan Anjir di Kalsel.

"Sudah ada tiga Tangki BBM dalam seminggu ini yang dari PT Bersama di drop ke Batola dan Anjir karena adanya gangguan pengiriman dari Banjarmasin ke Batola," ujar Bos PT Bersama Kalteng ini. (banjarmasinpost.co.id / faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved