Breaking News:

Berita Palangkaraya

Stok Sembako dan Barang Masih Cukup di Kalteng, Pelabuhan Sampit Jadi Alternatif Angkutan Barang

Kerusakan jalan di Banjarmasin, Kalimantan Selatan untuk truk yang melewati jalur lingkar kilometer 17 yang rusak parah akibat banjir sehingga menggan

Tribunkalteng.com / faturahman
Stok barang dan sembako di Palangkaraya dan kabupaten di Kalteng, hingga Minggu (24/1/2021) masih cukup dan harga belum ada kenaikkan signifikan. 

Editor: Edi Nugroho

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Kerusakan jalan di Banjarmasin, Kalimantan Selatan untuk truk yang melewati jalur lingkar kilometer 17 yang rusak parah akibat banjir sehingga mengganggu transportasi dari Kalsel ke Kalteng, belum berpengaruh besar bagi harga penjualan barang dan sembako di Palangkaraya, dan Kalteng.

Beberapa pedagang di Pasar Besar Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Minggu (24/1/2021) mengatakan hingga saat ini harga penjualan sembako masih normal belum ada kenaikkan signifikan, karena pasokan barang belum ada gangguan berarti.

Baca juga: TNI AL Korps Marinir Bantu Korban di Banjarmasin Sekitarnya

"Kami biasanya memasok barang dari Kalsel seminggu sekali, jadi sampai saat ini belum ada menaikkan harga, akibat truk demo kemarin, karena masih belum memasok dari Kalsel lagi," ujar Faiziah pedagang sembako di Pasar Besar Palangkaraya.

Hal senada juga diungkapkan Kepala Dinas Perindustruan Perdagangan Koperasi dan UKM Kota Palangkaraya, Rawang, yang menyebutkan, sampai saat ini stok sembako dan barang masih aman, jika pun ada kenaikkan tidak sognifikan masih normal saja seperti biasa.

"Memang ada beberapa bahan bumbu dapur yang naik seperti cabai rawit, itu juga terjadi di semua tempat bukan hanya di Palangkaraya saja, karena musim penghujan mengakibatkan banyak petani yang gagal panen sehingga harganya naik, namun bukan akibat gangguan transportasi yang terdampak akibat jalan rusak karena banjir di Kalsel," ujarnya.

Rawang juga mengatakan, selama ini Pasokan barang di Palangkaraya tidak hanya didatangkan dari Kalsel lewat Pelabuhan Trisakti tetapi juga banyak yang didatangkan dari Pelabuhan Sampit." Memang ada yang didatangkan dari  Kalsel tetapi banyak juga dari Pelabuhan Sampit," ujarnya.

Sementara itu,  Sekdaprov Kalteng  Fahrizal Fitri, bersama instansi terkait di Pemprov Kalteng , sebelumnya, telah melakukan rapat koordinasi membahas kondisi banjir di Kalsel, yang bisa membawa dampak kepada pasokan barang dan sembako ke Kalteng, karena jalan rusak akibat banjir.

Hasil keputusan dalam rapat tersebut, disepakati distribusi dari  Kalsel ke Kalteng dilakukan menggunakan kendaraan pick up agar mudah dilalui. Khusue untuk peternak ayam yang mengalami kendala masalah pakan, saat ini  dipilih melalui jalur dari Pulau Jawa melawati Pelabuhan Sampit untuk menghindaru distribusi menumpuk.

Sejumlah pihak yang hadir mengikuti Rakor diantaranya Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kalteng H. Nurul Edy, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan, Sunarti, Plt. Kadis Ketahanan Pangan, Lilis Suryani, Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Rojikinnor,  Plt. Kepala Biro Perekonomian Setda Kalteng Said Salim dan Plt. Kepala Dinas Perhubungan Kalteng Yulindra Dedy. Hadir secara virtual dari perwakilan peternak ayam, Hypermart, pengusaha gula dan cabai.  (Tribunkalteng.com / faturahman).

Penulis: Fathurahman
Editor: edi_nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved