Breaking News:

Berita Kapuas

Disdagperinkop Kapuas Kalteng Jamin Ketersediaan Bahan Pokok Aman

Banjir yang melanda wilayah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) berdampak terhadap pendistribusian bahan pokok ke Kabupaten Kapuas.

Penulis: Fadly Setia Rahman
Editor: edi_nugroho
Tribunkalteng.com/Fadly SR
Plt Kepala Disdagperinkop dan UKM Kapuas, Batu Panahan 

Editor: Edi Nugroho

TRIBUNKALTENG.COM, KUALAKAPUAS - Banjir yang melanda wilayah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) berdampak terhadap pendistribusian bahan pokok ke Kabupaten Kapuas.

Meski demikian, Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagperinkop dan UKM) Kabupaten Kapuas menjamin ketersediaan bahan pokok masih aman.

"Pantauan kami di lapangan, stok masih aman di distributor, masih mencukupi," kata Plt Kepala Disdagperinkop dan UKM Kapuas, Batu Panahan, Sabtu (23/1/2021).

Meski pihaknya mengakui bahwa saat ini ada kendala dalam hal distribusi bahan pokok ke Kapuas karena terjadi banjir di Kalsel.

Baca juga: Ramalan Zodiak Besok Minggu 24 Januari 2021: Aries dan Taurus Bahagia, Sagitarius Berpesta

Pihaknya pun menekankan yang terpenting adalah bahan pokok masih tersedia, karena kalau tidak tersedia maka masyarakat akan susah mencarinya. Harga pun saat ini terpantau masih stabil.

Langkah-langkah yang dilakukan pihaknya saat ini adalah dengan tetap melakukan pemantauan di distributor.

Lalu melakukan koordinasi bagaimana situasi distributor apakah barang lancar atau tidak, kemudian harga naik apa tidak. Kalaupun memang darurat pihaknya akan mengadakan operasi pasar.

"Untuk sementara ini kami akan lakukan pengawasan, monitoring informasi harga di pasar bagaimana situasinya dan ketersediaan barang apakah masih mencukupi atau tidak," ujarnya.

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk menggunakan barang pokok yang ada dengan bijak dan berharap mudah-mudahan banjir yang ada di Kalimantan Selatan cepat surut.

"Sehingga distribusi bahan pokok untuk Kabupaten Kapuas tetap lancar. Kami pun berpesan kepada seluruh pengecer untuk tidak melakukan penumpukan banyak barang sehingga ketika dijual mahal dan terjadi kelangkaan," pungkasnya. (Tribunkalteng.com/Fadly SR)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved