Breaking News:

Berita Kotim

Naik, Frekwensi Keberangkatan Lewat Kapal Laut ke Jawa dari Pelabuhan Sampit

jumlah penumpang mengalami kenaikan sebesar 2,29 persen, dari 18.412 orang pada Oktober 2020 menjadi 18.834 orang Bulan November 2020.

Tribunkalteng.com/ faturahman
Penumpang Kapal Laut di Pelabuhan Sampit 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT - Jumlah penumpang kapal laut dari Sampit menuju Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dan Semarang menggunakan Kapal penumpang milik PT Pelni dan mengalami kenaikan dalam tahun 2020.

Berdasarkan data yang dilansir Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Tengah, jumlah penumpang mengalami kenaikan sebesar 2,29 persen, dari 18.412 orang pada Oktober 2020 menjadi 18.834 orang Bulan November 2020.

Jumlah penumpang berangkat naik sebesar 7,98 persen.

Lebih jauh dijelaskan, jumlah penumpang datang turun sebesar 1,99 persen.

Baca juga: Palangkaraya Bakal Miliki Masjid di Kawasan Wisata Kebun Buah

Baca juga: Dapur Umum di Banjarmasin Kesusahan Cari Gas LPG 3 Kg, Harganya Melambung

Pantauan di Pelabuhan Sampit, kebanyakan warga yang berangkat menggunakan jasa kapal laut di Pelabuhan Sampit menuju Semarang maupun Surabaya adalah para buruh dari perkebunan kelapa sawit yang berasal dari Pulau Jawa untuk mudik atau purna tugas.

Beberapa penumpang yang ditanya, mengaku pulang ke Pulau Jawa karena masa kerjanya di perkebunan kelapa sawit di Sampit sudah habis.

Mereka memilih kembali ke Jawa untuk masa tua bersama keluarga.

"Tugas saya sudah selesai kerja makanya saya pulang kampung," ujar Wardi salah satu penumpang KM Kelimutu.

Penurunan juga terjadi untuk frekuensi kunjungan kapal yang kemudian berdampak pada berkurangnya jumlah volume arus barang sebesar 4,40 persen.

"Dari 1,47 juta ton Bulan Oktober 2020 menjadi 1,40 juta ton Bupan November 2020," ujar Kepala BPS Kalteng, Eko Marsono, Jumat (22/1/2021).

Dijelaskan, penurunan tersebut berasal dari menurunnya volume bongkar barang sebesar 19,44 persen, sementara volume muat barang mengalami sedikit kenaikan sebesar 0,58 persen.

Frekuensi kunjungan kapal laut di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah setiap bulan pada tahun 2020 hampir selalu lebih rendah dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya, kecuali November 2020.

"Frekuensi kunjungan kapal laut selama November 2020 mencapai 721 kunjungan atau mengalami penurunan sebesar 1,64 persen dibanding Oktober 2020 yang tercatat 733 kunjungan," ujarnya.

Penurunan frekuensi kunjungan ini hampir terjadi di seluruh Pelabuhan, yaitu Kumai (21 kunjungan), Kuala Pembuang (5 kunjungan), Sampit (1 kunjungan), dan Pangkalanbun (1 kunjungan), peningkatan frekuensi kunjungan kapal terjadi di Pelabuhan Pulangpisau (11 kunjungan) dan Sukamara (5 kunjungan).

tribunkalteng.com / faturahman

Penulis: Fathurahman
Editor: Edinayanti
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved