Breaking News:

Update Banjir Kalsel

Tinjau Kalsel, Menko Muhadjir Sebut Daya Tahan Lingkungan Kalsel Lemah

Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia, Muhadjir Effendy mendarat ke Kalsel untuk memantau banjir Kalsel Kamis

Foto Rendy untuk Tribunkalteng.com
Menko PMK Muhadjir Effendy saat diwawancarai wartawan 

Editor: Edi Nugroho

TRIBUNKALTENG.COM, BANJARBARU -Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia, Muhadjir Effendy mendarat ke Kalsel untuk memantau banjir Kalsel Kamis (21/1/2021).

Menarik menurutnya saat diwawancarai wartawan saat memantau pengungsi di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Banjarmasin di Banjarbaru, musibah kini menjadi kesempatan untuk menakar kemampuan dan daya tahan lingkungan Kalimantan Selatan.

Menurutnya jika daya tahan lingkungan sudah baik maka dengan adanya la Nina atau badai lainnya maka bumi Kalimantan Selatan akan tetap bertahan atau setidaknya tidak separah kini.

Baca juga: Nelayan Sungai Loban Batulicin Kalsel Tenggelam di Laut Belum Ditemukan

"Sekarang kan yang terdampak ada sebelas kabupaten kota dari total kabupaten kota di Kalsel ada 13," ungkapnya.

Banjir Kalsel terangnya menunjukkan daya tahan lingkungan masih lemah. Dengan itu perlu kajian agar banjir Kalsel 2021 tidak terjadi lagi atau setidaknya tidak separah sekarang.

"Perlu juga membentuk pemahaman bagi warga baik disisipkan dalam pendidikan formal, informal dan perlu ada pengkajian menyeluruh seperti dijanjikan Sekda Kalsel tadi akan akan pengkajian menyeluruh terkait banjir ini," jelasnya.

Ia juga menyoroti kerusakan infrastruktur fasilitas umum dan pemukiman warga akibat banjir. Menurutnya perlu adanya rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur yang rusak berat dan ringan. Tambahnya perlu pengkajian pembangunan pemukiman kembali, relokasi atau bangunan rumah warga yang ada ditingkatkan kapasitasnya sehingga jika terjadi lagi banjir tidak berdampak besar bagi pemukiman warga.

Saat ini ujarnya ia meminta agar bisa mengatasi kedaruratan sementara dengan mempercepat air yang menggenang segera surut.

"Tentu dengan harapan tidak ada lagi hujan susulan dengan intensitas tinggi selanjutnya," tambahnya.

Kedatangan Muhadjir juga membawa bantuan bagi pengungsi di BBPPKS.

"Tidak banyak, ini untuk menunjukkan kepedulian pemerintah kepada mereka, kemarin kan menteri lain dan presiden juga sudah memberikan bantuan," tambahnya.

Total pengungsi di BBPPKS sendiri ada 220 terdiri dari warga Banjarbaru yang kebanjiran dan warga Kabupaten Banjar.
(Tribunkalteng.com/Milna Sari).

Penulis: Milna Sari
Editor: edi_nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved