Breaking News:

Berita Kalsel

Dapur Umum di Banjarmasin Kesusahan Cari Gas LPG 3 Kg, Harganya Melambung

Sejumlah dapur umum untuk korban banjir di Banjarmasin, kini kabarnya mulai mengalami kesulitan bahan bakar gas.

banjarmasinpost.co.id/muhammad rahmadi
Dapur umum di Kompleks cempaka putih, Kelurahan Kuripan, rt 17, Kecamatan Banjarmasin Timur, Kota Banjarmasin mengeluhkan sulitnya mendapatkan gas LPG 3 kg. 

TRIBUNKALTENG.COM, BANJARMASIN - Sejumlah dapur umum untuk korban banjir di Banjarmasin, kini kabarnya mulai mengalami kesulitan bahan bakar gas.

Seperti yang terjadi di Kompleks Cempaka Putih rt 07, Kelurahan Kuripan, Kecamatan Banjarmasin Timur, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Dijelaskan Eva Riskiyana, (29) warga setempat saat ini gas LPG 3 kg mulai mengalami kelangkaan, dan harganya pun mulai melambung tinggi, yakni Rp 35 ribu.

"Sekarang mulai susah dicari, karena kios-kios mulai kehabisan stok gas, kalau ada juga mahal," katanya. Kamis (21/01/2021).

Baca juga: Pangkalan di Banjarmasin Digerebek Petugas Ditreskrimsus Polda Kalsel, Jual LPG 3 Kg di Atas HET

Baca juga: Jual di Atas HET, Pangkalan LPG 3 Kilogram di Kuin Banjarmasin Kalsel Digerebek Polisi

Sementara agar dapur umum tetap beroperasi, warga sekitar secara swadaya menyumbangkan sisa bahan bakar gas yang ada di rumahnya.

"Misal kekurangn gas, ada saja warga yang menyuplai," ujarnya.

Tidak hanya krisis bahan bakar gas, stok bahan sembako di dapur umum tersebut juga sudah mulai menipis.

Akibatnya satu dari dua dapur umum yang ada di kawasan tersebut, direncanakan berhenti beroperasi untuk sementara waktu.

"Kalau beras masih ada, yang buat lauk sudah menipis, jadi rencananya satu dapur umum mau di setop dulu sambil menunggu kalau ada bantuan," jelas Eva.

Lanjut Eva menjelaskan, setiap hari memang mereka mendapatkan jatah nasi bungkus dari posko Kecamatan Banjarmasin Timur.

Baca juga: Antrean Gas Melon Tiga Kilogram di Jalan Veteran Banjamasin Mengular

Jatah nasi bungkus tersebut berjumlah 25 bungkus per satu kali waktu makan. Menurut Eva jatah tersebut jauh dari kata cukup untuk dibagi-bagikan ke warga.

"Ada jatah nasi bungkus di posko kecamatan, tapi hanya 15 sampai 25 bungkus per kali makan dan itu tidak mencukupi, soalnya di rt kami warganya ada tiga gang," terang Eva.

(Banjarmasibpost.co.id/Muhammad Rahmadi)

Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved