Breaking News:

Update Banjir Kalsel

Warga HSU Kalsel Dilarang Bermain di Jalan Tergenang Banjir

Genangan air yang ada di jalan A Yani tak jauh dari kantor Bupati HSU seringkali dimanfaatkan warga khususnya anak anak untuk bermain

Penulis: Reni Kurnia Wati | Editor: edi_nugroho
Tribunkalteng.com/Reni Kurniawati
Bupati Hulu Sungai Utara (HSU) secara resmi mengeluarkan himbauan untuk tidak menjadikan kawasan tersebut menjadi tempat bermain. 

Editor: Edi Nugroho

TRIBUNKALTENG.COM, AMUNTAI - Genangan air yang ada di jalan A Yani tak jauh dari kantor Bupati HSU seringkali dimanfaatkan warga khususnya anak anak untuk bermain.

Bupati Hulu Sungai Utara (HSU) secara resmi mengeluarkan himbauan untuk tidak menjadikan kawasan tersebut menjadi tempat bermain.

Kepala Satpol PP dan Damkak HSU Jumadi, menyebut meski kondisi banjir langkah ini diambil untuk mengantisipasi kerumunan disaat pandemi Covid-19 masih berlangsung.

Secara penjagaan telah kami siapkan petugas sebagai berikut untuk jalan A.Yani pagi dijaga 8 orang Satpol PP Dekat bundaran dan depan kantor kejaksaan serta diseputar taman junjung buih.

Kemudian, kata Jumadi untuk jalan basuki rahmat ada 5 orang jaga mulai depan KPU HSU sampai depan Kodim 1001/Amuntai, Baik pagi pukul 09.00-13.00, Juga sore pukul 13.00-18.00. Begitu juga ada petugas dari dinas perhubungan

Baca juga: Sabtu Minggu, Disdukcapil Kapuas Tetap Buka Pelayanan ini untuk Masyarakat

Menurutnya himbauan ini sesuai dengan surat edaran yang dikeluarkan Bupati Hulu Sungai Utara Nomor :331.1/72/Satpol-PP-PK/2021.

Kebijakan ini demi menjaga keselamatan masyarakat dan ketertiban umum. Karenanya dihimbau Kepada seluruh masyarakat Kabupaten Hulu Sungai Utara untuk tidak melakukan kegiatan mandi, parkir dan berjualan di sekitar Jalan Ahmad Yani Jalan Basuki Rahmat jalur muka Kantor kodim 1001/ Amuntai- Balangan kantor pos kantor pertanian warung makan wong solo.

"Selalu waspada dan saling tolong menolong dalam menghadapi bencana banjir ini.Demikian himbauan ini dibuat untuk dipatuhi atas perhatiannya di ucapkan terima kasih" ujar Jumadi.

Lebih lanjut, Jumadi menegaskan pihaknya akan melakukan penjagaan dan penertiban bagi para PKL yang berjualan di kawasan tersebut.

"Adanya penjual makanan disekitar genangan air membuat warga semakin ramai, karenanya kami mintakn untuk tidak berjualan di bahu jalan tersebut," ujarnya. (Tribunkalteng.com/Reni Kurniawati).

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved