Breaking News:

Virus Corona

Vaksin Sinovac yang Disuntikkan ke Presiden Jokowi Disebut Gagal, Ketua Satgas IDI Beri Penjelasan

Vaksin Covid-19 atau Vaksin Sinovac yang disuntikkan ke Presiden Jokowi disebut gagal. Ketua Satgas IDI Prof Zubairi Djoerban beri penjelasan

Editor: rendy nicko
Tribunkalteng.com/Achmad Maudhody
ILUSTRASI VAKSIN - Vaksin Covid-19 atau Vaksin Sinovac yang disuntikkan ke Presiden Jokowi disebut gagal. Ketua Satgas IDI Prof Zubairi Djoerban beri penjelasan 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Vaksin Covid-19 atau Vaksin Sinovac yang disuntikkan ke Presiden Jokowi disebut gagal. Ketua Satgas IDI Prof Zubairi Djoerban beri penjelasan.

Seminggu yang lalu, Indonesia resmi menjalankan vaksinasi Covid-19 secara serentak.

Seperti diketahui, Presiden Jokowi menjadi orang pertama yang disuntik vaksin Covid-19 atau Vaksin Sinovac buatan Sinovac Biotech, sebelum akhirnya disuntikkan juga kepada para tenaga kesehatan.

Kendati demikian, prosesi vaksinasi Covid-19 yang diberikan kepada Jokowi masih terus menuai polemik.

Baca juga: Pengakuan Dokter Tirta Setelah Disuntik Vaksin Sinovac, Isinya Ternyata Virus Mati

Melalui pesan berantai yang beredar, dikabarkan, vaksinasi yang diberikan untuk Jokowi dinilai gagal dan tidak menembus otot.

Hal ini dipengaruhi sang penyuntik Prof. dr. Abdul Muthalib yang terlihat gemetar saat menyuntikan vaksin tersebut ke lengan kiri Jokowi.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Satgas Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban akhirnya angkat bicara.

Ketua DPRD Kalteng  Wiyatno saat divaksinasi dalam pemberian vaksinasi Covid-19  serentak di  Palangkaraya, Kalteng, Kamis (14/1/2021).
Ketua DPRD Kalteng Wiyatno saat divaksinasi dalam pemberian vaksinasi Covid-19 serentak di Palangkaraya, Kalteng, Kamis (14/1/2021). (Foto Humas Pemprov Kalteng)

"Duduk persoalan isu ini dimulai dari pesan seorang dokter di Cirebon yang menyatakan injeksi vaksin Sinovac seharusnya intramuskular (menembus otot) sehingga penyuntikannya harus dilakukan dengan tegak lurus (90 derajat)."

"Menurut dokter itu, vaksin yang diterima Jokowi tidak menembus otot, karena tidak 90 derajat. Sehingga, dianggapnya, vaksin tersebut tidak masuk ke dalam darah, dan hanya sampai di kulit (intrakutan) atau di bawah kulit (subkutan)," tulis Zubairi dalam akun Twitter-nya, Senin (18/1/2021) malam.

Menurutnya, pesan berantai tersebut tidak benar.

Halaman
12
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved