Breaking News

Update Banjir Kalsel

Banjir, Pasokan BBM di Tala Mengalir Lancar Meski Pembelian Masih Dibatasi

Meski akses keluar masuk ke Kota Pelaihari, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), masih terbatas, namun pasokan barang kebutuhan ma

Penulis: Idda Royani | Editor: edi_nugroho
Tribunkalteng.com/idda royani
Suasana aktivitas di SPBU di Kota Pelaihari, Rabu pagi ini, terpantau lancar. 

Editor: Edi Nugroho

TRIBUNKALTENG.COM, PELAIHARI - Meski akses keluar masuk ke Kota Pelaihari, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), masih terbatas, namun pasokan barang kebutuhan masih tetap mengalir.

Pasalnya otoritas setempat tetap memperkenankan armada pengangkut kebutuhan pokok melintasi jalur alternatif Atilam-Kunyit. Terutama untuk pengangkutan sembako, bahan bakar minyak (BBM), dan gas elpiji.

Jika beberapa hari lalu sempat menipis, kini ketersediaan barang kebutuhan tersebut mulai terus bertambah meski di antaranya belum sepenuhnya normal seperti semula.

Baca juga: Korban Banjir di Batola Kalsel Mulai Diungsikan ke Marabahan

Pasokan BBM tetap mengalir lancar. Bahkan ketersediaan jenis pertamax dan pertalite justru berlimpah.

"Alhamdulillah pasokan BBM lancar-lancar saja. Sementara hingga saat ini kami dipasok dari Depo Kotabaru," ucap H Junaidi, salah satu pengelola SPBU di Tala, Rabu (20/1/2021).

Ia mengelola tiga stasiun sekaligus yakni SPBU 64.708.01, SPBU 74.708.07, dan SPBU 63.708.01. Dua SPBU berada di Kota Pelaihari yakni di Tanah Merah di kawasan Jalan A Yani dan di Kelurahan Saranghalang. Satu lagi berada di Desa Tajaupecah, Kecamatan Batuampar.

Junaidi menyebutkan SPBU 64 708 01 pada kemarin sore/malam tadi mendapat pasokan Pertalite sebanyak 10.000 liter. SPBU 64 708 07 mendapat 10.000 loter Pertalite dan Bio Solar 10.000 liter.

"Untk SPBU 63 708 01 (Tajaupecah) dapat pasokan Pertalite sebanyak 10. 000 liter," paparnya.

Dikatakannya, khusus untuk pembelian premium pihaknya masih melakikan pembatasan yakni maksimal 25 liter untuk roda empat dan lima liter untuk roda sua.

"Dan, hanya boleh sekali dalam sehari melakukan pembelian. Tapi kalau Pertalite dan Pertamax sesuai volume tangki roda empat/dua karena stok Pertalite cukup banyak. Takut kalau ada pasokan lagi, volume tangki pendam todak menampung," tandasnya.

Meski begitu pembelian juga hanya boleh satu kali dalam sehari. "Kami juga tidak melayani penjualan selain pakai tangki kendaraan. Kecuali yang emergensi seperti untuk genset pengungsi, kelotok, speedboat," paparnya.

Kalangan warga pun kini lega. "Alhamdulillah sudah nyaman saja sekarang beli BBM di SPBU. Beberapa hari lalu kan sempat kosong," ucap Yunie, warga Angsau, Pelaihari.

Pantauan di SPBU Saranghalang, Rabu pagi tak tampak antrean berarti atau normal. Pengendatlra roda dua maupun roda empat lancar mengisi BBM.
(Tribunkalteng.com/idda royani)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved