Banjir di Kalsel

Warga Desa Sungai Batang Kabupaten Banjar Mengungsi Hingga Guntung Manggis Banjarbaru

Korban Banjir di Kalimantan Selatan (Kalsel), tepatnya dari Kabupaten Banjar mulai mengungsi ke Kota Banjarbaru.

Penulis: Rahmadhani | Editor: edi_nugroho
Tribunkalteng.com/Rahmadhani
Para korban banjir dari Desa Sungai Batang, Kecamatan Martapura Barat, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel), yang mengungsi hingga Kelurahan Guntung Manggis Kota Banjarbaru. 

Editor: Edi Nugroho

TRIBUNKALTENG.COM, BANJARBARU - Korban banjir di Kalimantan Selatan (Kalsel), tepatnya dari Kabupaten Banjar mulai mengungsi ke Kota Banjarbaru.

Di Jalan Sidorejo RT 11 RW 2 Guntung Manggis Kecamatan Landasan Ulin Kota Banjarbaru, tercatat ada sebanyak 53 orang pengungsi banjir yang datang dari Kabupaten Banjar, Sabtu (16/1/2021).

Mereka adalah pengungsi banjir yang berasal dari Desa Sungai Batang, Kecamatan Martapura Barat, Kabupaten Banjar.

Saat ini sebagian pengungsi ditampung di rumah-rumah warga, termasuk sebagian yang masih balita dan anak-anak.

Baca juga: Dinsos Provinsi Kalsel Bangun Dapur Umum, Fokuskan Distribusi Ke Daerah Banjarmasin

"Kami tempatkan di beberapa rumah warga dan terus berkoordinasi dengan posko di Kelurahan Guntung Manggis," kata Teguh, pengurus Karang Taruna Jalan Sidorejo.

Saat ini kebutuhan pokok seperti beras dan lauk pauk masih cukup, tapi baru cukup untuk satu hari.

"Kami akan buka dapur umum. Mohon diperhatikan juga buat pemerintah saudara kita ini perlu bantuan," kata dia.

Ada sejumlah balita, kebutuhan seperti popok saat ini diperlukan para pengungsi.

Sekedar diketahui, Desa Sungai Batang berjarak sekitar 20 kilometer lebih l jika dihitung dari Kota Banjarbaru.

Santika (35), salah satu pengungsi menjelaskan, desa yang ditinggalinya seluruhnya terendam banjir.

Dia menuturkan, banjir mulai menerjang sejak Kamis (14/1/2021) setinggi dada orang dewasa.

Banjir yang datang tiba-tiba itu membuat seluruh desa tertutup air.

Bahkan untuk lepas dari kurungan air, para warga harus bergantian menggunakan jukung yang hanya muat 3 orang.

"Habis desa kami terendam semua. Semua mengungsi. Bingung kami mau mengungsi kemana karena terendam air. Bahkan pas sampai di Kota Martapura juga ternyata sudah jadi air," kata ibu dua orang anak ini.

Jarak dari Desa Sungai Batang hingga Kota Martapura, kata Santika, sekitar 10 kilo meter.

Kebingungan, dirinya bersama para warga mencari tempat aman sampai di Kota Banjarbaru. Sebagian warga terpisah-pisah, termasuk ia dan suami serta anaknya.

"Kami terpencar. Sebagian ada yang di Cindai Alus (Kabupaten Banjar). Suami saya sama anak saya yang laki-laki di sana. Sementara saya dan anak perempuan ke sini," kata dia. (Tribunkalteng.com/Rahmadhani)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved