Breaking News:

Banjir di Kalsel

Banjir Melanda, Warga Muara Ninian Balangan Kalsel Berjaga-Jaga di Rumah

Pada usianya yang mencapai 50 tahun, Sahminan, menjadi satu warga terdampak banjir di Desa Muara Ninian, Kecamatan Juai, Kabupaten Balangan, Kalsel.

Editor: edi_nugroho
Tribunkalteng,com/isti rohayanti
Warga Desa Muara Ninian, Sahminan memantau kondisi air dari tangga yang ia letakan di depan rumahnya 

Editor: Edi Nugroho

TRIBUNKALTENG.COM, PARINGIN- Pada usianya yang mencapai 50 tahun, Sahminan, menjadi satu warga terdampak banjir di Desa Muara Ninian, Kecamatan Juai, Kabupaten Balangan, Kalsel.

Rumahnya yang berada di pinggir jalan dan dekat dengan sungai, kini telah terendam air. Tak tanggung-tanggung, air yang naik membanjiri telah mencapai lebih dari setengah bangunan yang ia tinggali.

Sahminan nampak hanya bisa pasrah melihat kondisi banjir yang melanda desanya. Ia terus memantau ketinggian air melalui anak tangga yang sengaja diletakan di depan rumah dan terhubung ke atap.

Belum ada bantuan logistik yang dirasakan oleh Sahminan di tengah banjir yang melanda saat ini. Namun ia juga bersyukur karena mendapat makan gratis dari dapur umum yang dibuat warga setempat.

Baca juga: Warga Kalteng Was-was Banjir Kalsel Sampai ke Kalteng, Polda Kalteng Siapkan Personil

Sahminan sendiri menjaga rumahnya sembari melihat kondisi banjir yang terjadi. Keluarga laki-laki berumur ini tengah ia ungsikan ke desa tetangga. Bahkan ia juga menginap di rumah keluarga. Karena rumahnya sudah tidak bisa ditinggali.

"Keluarga sudah saya ungsikan. Tapi saya tetap disini menjaga barang-barang. Kalau saja air bertambah tinggi. Misalnya meja yang terendam," ucap Sahminan sembari duduk di tangga depan rumahnya, Jumat (15/1/2021).

Kondisi banjir di Muara Ninian menyebabkan akses lalu lintas terbatas. Tak hanya itu, puluhan rumah warga pun terendam. Ketinggian air ada yang mencapai pinggang orang dewasa. Ditambah lagi arus deras terus terjadi di tengah luapan air sungai tersebut.

Beberapa tahun terakhir, banjir kali ini masuk dalam kategori banjir terparah di wilayah tersebut. Bahkan di wilayah Balangan dan daerah lainnya.

Jalan utama penghubung antar kecamatan pun menjadi terbatas untuk dilintasi. Apalagi arus deras disepanjang jalan tak kunjung henti. Meski begitu, ada saja warga yang memaksakan diri melintasi jalan tersebut.

TRC BPBD Kabupaten Balangan juga menyiapkan sejumlah armada untuk penyebarangan. Begitu pula dalam hal penyaluran logistik ke desa tetangga yang turut terdampak banjir.

Sebagaimana diketahui, dari Paringin menuju Kecamatan Juai dan Halong, Desa Muara Ninian berada di kawasan yang harus dilalui untuk menuju dua kecamatan ini. Desa Muara Ninian satu desa yang terdampak banjir dan dianggap cukup parah. Apalagi membuat kendaraan tertentu tidak bisa melintas.

Perihal kondisi banjir ini pula, Kalak BPBD Kabupaten Balangan, Alive Yoesfah Love menyampaikan informasi terkini dampak banjir yang terjadi. Ungkapnya, ada enam kecamatan yang dilanda banjir, menyusul hujan yang masih belum berhenti.

Enam kecamatan yang dimaksud yakni Kecamatan Halong, Kecamatan Juai, Kecamatan Tebingtinggi, Kecamatan Awayan, Kecamatan Lampihong dan Kecamatan Paringin.

"Banjir ini terjadi sejak Kamis (14/1/2020) dinihari. Karena hujan cukup tinggi. Khususnya di kawasan pegunungan Meratus dan Halong," ucap Alive.

Kecamatan Juai ia akui cukup parah dalam bencana banjir kali ini, karena kondisi wilayahnya yang merupakan area cekungan. Bahkan ada beberapa desa yang tidak pernah terdampak banjir kini juga terendam.

Alive pun mengimbau agar masyarakat waspada dalam menghadapi musim hujan kali ini. Terlebih ucapnya, berdasarkan info BMKG, Di Kalimantan, khususnya Kalsel masih ada awan yang cukup tebal dan berpotensi terjadinya hujan yang lebih lama.
(Tribunkalteng,com/isti rohayanti)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved