Breaking News:

Banjir di Kalsel

Arus Deras Banjir Landa Panyipatan, Jalur ke Pantai Batakan Tala Kalsel Nyaris Putus

Kerusakan infrastruktur akibat banjir di Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), kian meluas.

Penulis: Idda Royani
Editor: edi_nugroho
FOTO HJ YULIANI
BEGINILAH kondisi jembatan gorong-gorong di Panyipata arah Pantai Batakan yang rusak berat akibat hunjaman banjir. 

Editor: Edi Nugroho

TRIBUNKALTENG.COM, PELAIHARI - Kerusakan infrastruktur akibat banjir di Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), kian meluas.

Terkini, giliran jalan poros ke Pantai Batakan di Kecamatan Panyipatan yang menjadi korban keganasan hunjaman arus deras banjir.

Tanggul jembatan gorong-gorong di jalan poros setempat di wilayah Desa Panyipatan ambrol secara ekstrem hingga menyebabkan lapisan aspal menggantung. Bagian bawah telah tergerus.

"Saat pagi relawan kami masih aman melewatinya, pas tengah hari sekitar pukul 13.00 Wita sudah tak bisa lagi dilewati," papar Hj Yuliani, anggota Komisi 3 DPRD Tala.

Baca juga: Selama 2020, Terjadi 41 Kejadian Kebakaran di Palangkaraya Kalimantan Tengah

Ia kerap bepergian ke Batakan karena berasal dari Desa Batakan meski kini berdomisili di Desa Muara Asamsam, Kecamatan Jorong.

Ia menuturkan jembatan gorong-gorong yang tergerus banjir tersebut tak jauh dari Mapolsek Panyipatan. Hanya sekitar beberapa ratus meter ke arah Batakan.

Hal tersebut praktis menyebabkan lalu lintas keluar masuk Batakan terhenti total. "Kabarnya malam ini juga diperbaiki. Ini saya tertahan di Pelaihari dan terancam gak bisa pulang. Mudah-mudahan perbaikannya cepat," ucap H Abdussamad, tokoh warga Batakan.

Terpisah, Kepala Bidang Binamarga Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Pertanahan Tala Dwi Hadi Putra mengatakan pihaknya langsung bergerak cepat.

"Perbaikan langsung kami lakukan. Saat ini perbaikan penanganan darurat sedang berlangsung. Insha Allah malam ini juga sudah bisa dilewati," ucapnya.

Ia mengatakan penanganan yang dilakukan berupa pembikinan jembatan darurat berbahan kayu. "Meski darurat tapi kami upayakan bisa dilalui mobil kecil supaya pasokan sembako dan ambulans bisa lewat," paparnya. (Tribunkalteng.com/idda royani)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved