Breaking News:

Berita Tala

Pencarian Bocah Perempuan Tenggelam di Sungai Kandangan Terus Dilakukan

Pencarian terhadap bocah perempuan yang tenggelam dan teseret arus Sungai Kandangan, Pelaihari, Kabupaten Tanahlaut (Tala),

Penulis: Idda Royani | Editor: edi_nugroho
Foto Widodo untuk Tribunkalteng.com
Lina (menjenguk ke sungai) turut memantau tim gabungan yang melakukan pencarian anaknya yang tenggelam di Sungai Kandangan, Pelaihari. 

Editor: Edi Nugroho

TRIBUNKALTENG.COM, PELAIHARI - Pencarian terhadap bocah perempuan yang tenggelam dan teseret arus Sungai Kandangan, Pelaihari, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), masih berlanjut hingga Selasa (1/1/2021) siang ini.

Guna memaksimalkan pencarian, tim gabungan menambah armada. "Saat ini kami bersama-sama masih melakukan pencarian. Ini ditambah alat pencarian menggunakan kelotok," sebut Kepala Bidang Damkar Satpol PP dan Damkar Tala Tony Permana.

Pejabat eselon III di Tanahlaut ini mengatakan pihaknya terus berupaya semaksimal mungkin menyisir Sungai Kandangan secara teliti.

Tim gabungan yang terlibat dalam pencarian tersebut antara lain dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tala, Tim SAR Banjarmasin, TNI/Polri, relawan, dan masyarakat serta pihak lainnya.

Mereka masih terus berkutat di sungai selebar sekitar sepuluh meter tersebut guna menemukan Saidah Umi Hani (11).

Bocah ini tenggelam dan terseret arus sungai setempat pada Senin sore kemarin sekitar pukul 15.20 Wita.

Satu bocah perempuan lainnya yang juga tenggelam yakni Sabriani (13) telah ditemukan sore kemarin sekitar dua jam pascakejadian.

Pantauan banjarmasinpost.co.id meski debit air di sungai setempat tak terlalu dalam, namun arusnya cukup deras.

Kedua bocah malang itu terpeleset lalu terjatuh tenggelam teseret arus saat bermain di tangga beton di tanggul sungai setempat di lingkungan RT 6 di kawasan Jalan Datu Daim, Pelaihari.

Sementara itu pihak keluarga korban juga turut membantu pencarian dengan cara tersendiri. Selasa pagi, Lina (ibunda Umi) datang ke lokasi pencarian di sekitar Jembatan di kawasan Matah.

Ia membawa makanan/minuman yakni kopi dan pisang di piring. Perempuan setengah baya itu mengatakan makanan itu akan ia letakkan di sekitar tanggul sungai setempat.

Sembari sesegukan, ia berharap pencarian anaknya segera membuahkan hasil. Tak banyak kata yang ke luar dari mulutnya karena begitu sedih dan kalut. (Tribunkalteng.com/idda royani)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved