Breaking News:

Berita Banjarmasin

Pemprov Kalsel Bahas Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat

Mengingat jumlah kasus aktif Covid-19 di Kalsel yang terus bertambah, Pemerintah Provinsi Kalsel bersama Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kalsel

Foto Setdaprov Kalsel Untuk Bpost
Pj Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar memimpin rapat virtual bersama Pemerintah 13 kabupaten dan kota serta stakeholder membahas penerapan PPKM di Kalsel. 

Editor: Edi Nugroho

TRIBUNKALTENG,COM, BANJARMASIN - Mengingat jumlah kasus aktif Covid-19 di Kalsel yang terus bertambah, Pemerintah Provinsi Kalsel bersama Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kalsel berencana menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di wilayah Kalsel.

Keputusan terkait pemberlakuan PPKM di wilayah Kalsel baik skala provinsi maupun kabupaten/kota bisa jadi ditentukan dalam waktu dekat ini.

Pasalnya, Pemerintah Provinsi Kalsel bersama Pemerintah 13 kabupaten/kota se-Kalsel dan stakeholder terkait sudah melaksanakan rapat koordinasi sejak Sabtu (9/1/2021).

Baca juga: Jalan Melati Tunggul Irang Martapura Kalsel

“PPKM merupakan arahan Presiden melalui Mendagri yang dimulai pelaksanaannya pada 11 Januari nanti di Pulau Jawa dan Bali. Untuk mengimbanginya, Kalsel juga akan menerapkan hal yang sama tetapi akan kami rembukkan kembali dengan 13 kabupaten/kota bagaimana konsepnya,” kata Pj Sekretaris Daerah Kalsel, Roy Rizali Anwar, Sabtu (9/1/2021).

Pada rapat koordinasi tersebut dibahas secara teknis apakah PPKM akan diberlakukan di seluruh wilayah Kalsel atau di daerah dengan angka kematian tertinggi saja.

“Kami kaji apakah pemberlakuan PPKM ini diberlakukan di seluruh wilayah di Kalsel atau hanya daerah dengan angka kematian tertinggi saja,” beber Roy.

Dalam data yang direkap Satgas Penanganan Covid-19 Kalsel, jumlah kasus aktif di Kalsel sebanyak 1028 kasus dan total kumulatif kasus Covid-19 yang pernah tercatat mencapai 15.959 kasus hingga Sabtu (9/1/2021).

Dari jumlah itu, kasus aktif terbanyak berada di Kota Banjarmasin 200 kasus, diikuti Kabupaten Tanah Laut 186, lalu Kabupaten Tanah Bumbu 115 kasus, Kota Banjarbaru 112 kasus dan Kabupaten Barito Kuala (Batola) sebanyak 107 kasus.

Sedangkan kasus aktif di delapan kabupaten lainnya di Kalsel berada di bawah angka 100 kasus.

Kasus kematian pasien penderita Covid-19 di Kalsel juga nyaris genap 600, lebih spesifik yaitu 598 kasus.

Meski masih dibahas secara seksama, namun Roy meminta setiap kabupaten/kota di Kalsel agar memastikan kesiapannya masing-masing apabila PPKM benar-benar diterapkan nantinya.

Jika nantinya diberlakukan, aparat baik dari Pemerintah Provinsi Kalsel, Polda Kalsel dan Korem 101/Antasari kata Roy akan siap mendukung pelaksanaan PPKM termasuk dalam melaksanakan operasi yustisi.

Rapat koordinasi yang digelar secara virtual ini juga kabarnya kembali dilanjutkan pads Minggu (10/1/2021) untuk memperdalam pembahasan terkait rencana penerapan PPKM.

Tak menutup kemungkinan penerapan PPKM di wilayah Kalsel paling cepat bisa dimulai pada Senin (11/1/2021) bersamaan dengan penerapan PSBB Jawa-Bali. (Tribunkalteng.com/Achmad Maudhody/milna sari)

Editor: edi_nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved