Breaking News:

Wabah Corona Kalsel

Wali Kota Pikirkan Pembatasan untuk Pelaku Perjalanan Masuk Kota Banjarmasin

Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin kembali menggiatkan penerapan protokol kesehatan, seiring dengan keluarnya Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 01

Penulis: Frans | Editor: edi_nugroho
Tribunkalteng.com/Achmad Maudhody
Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina 

Editor: Edi Nugroho

TRIBUNKALTENG.COM, BANJARMASIN - Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin kembali menggiatkan penerapan protokol kesehatan, seiring dengan keluarnya Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 01 Tahun 2021.

Dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri tersebut, secara spesifik wilayah Jawa dan Bali diminta melakukan kembali menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Namun pada diktum ke delapan disebutkan semua kepala daerah diminta juga kembali menggiatkan penerapan disiplin protokol kesehatan.

Baca juga: Warga Mantuil Banjarmasin Kalsel Nekad Pakai Lanting Pergi ke Jogja Cari Kerja

Tidak hanya kembali menggalakkan penerapan disiplin protokol kesehatan, Pemko Banjarmasin pun juga berencana melakukan pembatasan arus keluar masuk Kota Seribu Sungai.

Ya, pasalnya wacana untuk melakukan pembatasan keluar masuk Banjarmasin ini mengemuka khususnya lagi untuk para pelaku perjalanan menggunakan transportasi udara.

Hal ini pun juga sempat dikemukakan oleh Wali Kota Banjarmasin yakni H Ibnu Sina usai menggelar rapat bersama Satgas Covid-19 Banjarmasin, Jumat (8/1/2021).

"Iya, sempat ada wacana untuk melakukan pembatasan, terutama pelaku perjalanan menggunakan pesawat," ujar Wali Kota Banjarmasin, H Ibnu Sina.

Ibnu Sina yang juga menjabat sebagai Kepala Satgas Covid-19 Banjarmasin ini menambahkan, idealnya memang harus aturan yang mengatur terkait hal ini.

"Kami ingin mengantisipasi. Seharusnya ada aturan terkait pembatasan orang keluar masuk Banjarmasin ini. Dan keluar masuk harus memiliki surat keterangan sudah dirapid test antigen, sudah diswab dan sebagainya. Tapi ini masih dalam pemikiran kita," katanya.

Ibnu Sina juga mengatakan bahwa pihaknya pun harus berupaya melakukan antisipasi dengan lebih mengawasi pelaku perjalanan dari Jawa dan Bali yamg telah diinstruksikan menerapkan PSBB.

"Kami berharap siapapun yang datang dari daerah-daerah tersebut harus diantisipasi," tutupnya.

Melakukan pembatasan terhadap pelaku perjalanan ini sendiri sudah pernah dilakukan oleh Pemko Banjarmasin, bahkan langsung mengadang penumpang yang baru saja mendarat di Bandara Syamsudin Noor Banjarbaru.

Setiap pelaku perjalanan yang hendak memasuki Banjarmasin, diminta langsung melakukan test swab.
(Tribunkalteng.com/Frans Rumbon)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved