Breaking News:

Berita Palangkaraya

Polda Kalteng Tahun 2020 Membina 410 Netizen Penyebar Ujaran Kebencian dan Hoax

Tim Cyber Troops Humas Polda Kalteng dalam tahun 2020 ini tercatat sudah melakukan pembinaan terhadap sebanyak 410 netizen

BANJARMASINPOST.CO.ID/FATURAHMAN
Kabid Humas Polda Kalteng, Kombes Hendra Rochmawan 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Sebanyak 410 Netizen atau pengguna akun di media sosial tidak bijaksana dalam mengunggah status dengan menyebarkan ujaran kebencian, hoax, pornografi hingga sentimen SARA diberikan pembinaan oleh Bidang Humas Polda Kalteng.

Tim Cyber Troops Humas Polda Kalteng dalam tahun 2020 ini tercatat sudah melakukan pembinaan terhadap sebanyak 410 netizen yang tidak bijaksana dalam bermedia sosial.

Pelanggaran yang dilakukan menyebarkan narasi atau konten berita bohong, ujaran kebencian, pornografi dan bernada SARA.

Kabid Humas Polda Kalteng, Kombes Pol Hendra Rochmawan, saat melaksanakan rilis akhir tahun mengungkapkan, ada ratusan netizen yang telah mereka bina karena tidak bijak bermedia sosial tersebut.

Baca juga: Lalulintas Tongkang Angkutan Tambang Makin Lancar, PAD Kalteng Meningkat

Baca juga: Pelaku Pembunuhan Cewek 14 Tahun di Mira Hotel Banjarmasin Diringkus Polisi, Begini Kronologisnya

"Pembinaan dan sosialisasi terus kami lakukan mengedukasi masyarakat agar bijak dalam bermedia sosial. Seperti di sekolah, kampus maupun kelompok masyarakat," katanya Rabu (30/12/2020).

Eksistensi Cyber Troops Bidang Humas Polda Kalteng, dimaksudkan untuk menekan munculnya postingan berita bohong dan ujaran kebencian yang dapat mengganggu stabilitas keamanan dan kamtibmas di masyarakat, atau di dunia nyata yang disebarkan melalui media sosial.

"Maraknya berita bohong di Medsos tidak bisa dipandang sebelah mata. Mengingat kerawanan yang dapat ditimbulkan dapat menganggu kondusifitas wilayah, yang berawal dari postingan tidak bijaksana melalui medsos," ujar mantan Kapolresta Palangkaraya ini.

Hendra Rochmawan yang juga mantan Kepala SPN Tjilik Riwut Polda Kalteng ini, menambahkan, kehadiran cyber troops harus mampu meredam penyebaran berita bohong, ujaran kebencian, postingan mengarah ke konflik SARA mrlalui media sosial, sehingga patroli cyber terus dilakukan setiap hari di dunia maya.

"Jika tim patroli cyber mendapatkan isu negatif ataupun ujaran kebencian tentu segera dilakukan antisipasi secara cepat dan tepat. Pembinaan yang dilakukan bersifat mendidik dengan menjelaskan ketidaktahuan mereka dalam suatu masalah. Untuk itu kamu selalu mengimbau agar masyarakat menyaring terlebih dulu informasi yang didapat baru mempostingnya di media sosial," tuturnya.

tribunkalteng.com / faturahman

Penulis: Fathurahman
Editor: Edinayanti
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved