Breaking News:

Berita Kotim

Lalulintas Tongkang Angkutan Tambang Makin Lancar, PAD Kalteng Meningkat

Lalulintas tongkang angkutan tambang bijih besi makin banyak yang lewat menuju muara sungai Mentaya.

Penulis: Fathurahman
Editor: Edinayanti
Tribunkalteng.com / faturahman
Pengiriman Tambang Bijih Besi di Sungai Mentaya Sampit , Kabupaten Kotim hingga saat ini masih terus lancar beroperasi 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT - Musim penghujan dalam beberapa bulan terakhir membuat debit air Sungai Mentaya di Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, semakin tinggi.

Lalulintas kapal makin lancar berbeda saat musim kemarau debit air rendah cukup mengganggu alur sungai.

Air pasang ini membuat, lalulintas kapal penumpang dan kapal barang ternasuk kapal angkutan tambang bijih besi yang melalui Sungai Mentaya semakin lancar.

Lalulintas tongkang angkutan tambang bijih besi makin banyak yang lewat menuju muara sungai Mentaya.

Baca juga: Pelaku Pembunuhan Cewek 14 Tahun di Mira Hotel Banjarmasin Diringkus Polisi, Begini Kronologisnya

Baca juga: Menghilang di Taman Wisata Alam Batu Banama Palangkaraya, Keberadaan Yongki Tak Diketahui

Diperkirakan dalam perhari mencapai belasan yang keluar masuk muara sungai.

Kondisi ini berdampak positif bagi pendapatan royalti untuk negara karena hasil tambang Kalteng terutama tambang batu bara dan tambang bijih besi, meskipun saat kemarau, operasional angkutan tambang ini sempat terhenti beroperasi karena air surut.

Kelancaran pengiriman bahan mentah hasil tambang Kalteng ini juga meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Kalimantan Tengah.

Data yang terhimpun dari Dinas ESDM Kalteng, tercatat royalti tambang hingga Bulan November 2020 yang masuk sebanyak 148 persen dari target nasional Rp 976 Miliar, kini sudah mencapai Rp. 1,5 Triliun.

“Alhandulillah, total untuk PAD Kalteng dan nasional mencapai Rp 8,2 triliun. Capaian selama empat tahun terahir yang luar biasa, Dinas ESDM Kalteng menyumbangkan untuk PAD salah satu yang terbanyak.

Tahun 2020, sampai Bulan November royalti mencapai Rp1,5 triliun dari target nasional Rp976 miliar,” kata Ermal Subhan, Kadis ESDM Kalteng.

Perbandingan PAD sejak tahun 2015 hanya Rp 135 juta, pengawasan diperketat sehingga royalti terus naik, sampai tahun 2020 mencapai Rp.1,6 miliar lebih.

Pemprov Kalteng dianggap patuh dalam mengelola PNBP mineral dan batu bara oleh pemerintah pusat sehingga mendapatkan penghargaan pertama kali dalam upaya peningkatan PAD.

“Kami terus berupaya melakukan peningkatan pemasukan untuk PAD dan merapikan perizinan serta menyampaikan kepada pengusaha untuk taat aturan dan kewajiban. Secara bertahap kami atur dalam pengawasan dan pengelolaan sehingga PAD naik signifikan,” ujar Ermal.

tribunkalteng.com / faturahman

Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved