Breaking News:

Berita Ekonomi

Penumpang Kapal Laut di Banjarmasin Menurun 50 Persen Jelang Pergantian Tahun

Pandemi Covid-19 yang masih belum usai hingga penghujung tahun 2020, turut berimbas pada semua sektor tak terkecuali sektor transportasi.

Tribunkalteng.com/Mariana
Kapal penumpang di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin Kalsel 

Editor: Edi Nugroho

TRIBUNKALTENG.COM, BANJARMASIN - Pandemi Covid-19 yang masih belum usai hingga penghujung tahun 2020, turut berimbas pada semua sektor tak terkecuali sektor transportasi.

Selain penerbangan, moda transportasi laut juga tak luput terkena dampak pandemi. Kepala Cabang PT Dharma Lautan Utama (DLU) Banjarmasin, Anton Wahyudi menyebut hingga saat ini belum ada lonjakan penumpang yang signifikan jelang pergantian tahun.

Dikatakannya, saat ini PT DLU masih menerapkan persyaratan rapid test anti body saja untuk ditunjukkan kepada petugas, bukan antigen seperti yang diterapkan di jasa penerbangan.

Baca juga: Jelang Tahun Baru, Polres Balangan Batasi Waktu pada Tempat Rentan Keramaian

"Dibandingkan tahun lalu memang kami akui ada penurunan hampir 50 persen lebih, di momen Natal dan Tahun selain penumpang yang ingin berlibur, baik itu motor dan mobil tujuan Surabaya biasanya ramai," ungkapnya, kepada Banjarmasinpost.co.id, Selasa (29/12/2020).

Ia menyebutkan, rata-rata jelang tahun baru jumlah penumpang kapal yang berangkat ke Surabaya bisa mencapai 150 hingga 250 orang. Padahal saat ini rute dan situasi transportasi kapal tidak mengalami kendala.

Menjelang akhir tahun menurut data yang dikumpulkannya, hanya 50 sampai 70 orang saja yang berangkat saat ini terbilang gelombang cukup tinggi, namun tidak terlalu mempengaruhi.

Bahkan pihaknya sengaja tahun ini tidak memberikan promo kepada para calon penumpang dan meniadakan gelaran live musik di atas kapal guna meminimalisir penyebaran Covid-19.

Bukan hanya penumpang yang mengalami penurunan, Anton mengaku biasanya kiriman barang mengalami lonjakan pada akhir tahun. Terutama barang kontruksi proyek untuk pembangunan ditahun mendatang, tetapi kali ini berbeda.

"Hanya item barang yang diangkut kini hanya didominasi oleh jenis sayuran dan konveksi. Untuk bahan bangunan sudah sangat sedikit sekarang akibat banyaknya proyek pemerintah dan swasta yang ditunda karena Pandemi Covid-19," tukasnya. (Tribunkalteng.com/Mariana)

Editor: edi_nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved