Breaking News:

Berita Banjarmasin

Antrean Gas Melon Tiga Kilogram di Jalan Veteran Banjamasin Mengular

Masa pandemi Covid-19 sekarang yang belum juga reda membuat warga makin kesulitan dalam kebutuhan ekonomi khususnya keperluan untuk dapur

Penulis: Aya Sugianto | Editor: edi_nugroho
Tribunkalteng.com/Aya Sugianto
Antrean elpiji di Toko Surya, pangkalan elpiji 3 kg di Jalan Veteran RT 17 Banjarmasin Tengah, Selasa (29/12) pagi 

Editor: Edi Nugroho

TRIBUNKALTENG.COM, BANJARMASIN- Masa pandemi Covid-19 sekarang yang belum juga reda membuat warga makin kesulitan dalam kebutuhan ekonomi khususnya keperluan untuk dapur, salah satunya gas elpiji 3 kg yang sangat dibutuhkan ibu-ibu terlebih mereka yang hidupnya pas-pasan.

Keperluan gas elpiji 3 kg menjadi kebutuhan pokok sebagian besar warga agar bisa memasak dan sarana usaha kecil bagi mereka menjual makanan agar penghasilan terus ada walau sekarang agak sulit.

Masih bervariasinya harga tabung gas elpiji 3 kg dipasaran bahkan melebihi harga HET yang sudah ditentukan justru menambah kesulitan bagi warga ekonomi rendah, sehingga warga mencari harga yang murah walau harus antre untuk mendapatkannya.

Baca juga: Rencana Belajar Tatap Muka Masih Menunggu Izin dari Bupati Tanahbumbu

Seperti yang terlihat di Toko Surya, pangkalan elpiji 3 kg di Jalan Veteran RT 17 Banjarmasin Tengah, Selasa (29/12) pagi diserbu ratusan warga yang datang dari beberapa RT di Kelurahan Melayu, bahkan ada yang dari luar hanya untuk mendapatkan tabung gas elpiji 3 kg dengan harga Rp 17.500 per tabung.

Penjualan gas elpiji 3 kg tersebut merupakan Operasi Pasar yang dilakukan Pertamina, bagi warga untuk mendapatkan tabung gas elpiji 3 kg dengan harga sesuai HET, tidak tanggung-tanggung 560 buah tabung melon yang disediakan kurang dari 2 jam langsung ludes diserbu warga.

Walau harus sabar dan ikut dalam antrean panjang warga rela berjajar dengan tabung melon 3 kg yang kosong ditangannya masing-masing untuk ditukarkan dengan gas elpiji isi 3 kg.

Santi, salah seorang warga mengungkapkan, ' tidak mengapa antre, yang penting dapat gas elpiji harga murah, karena kalau beli dieceran harga mahal, kemana lagi mencari ujungan, karena gas dipakai masak dan sampingan jualan gorengan untuk tambahan dirumah, ungkapnya.

Salah seorang warga yang ditugaskan mengatur pembagian gas elpiji 3 kg, Ibul, mengatakan, ' hari ini datang sebanyak 560 tabung melon dan akan dibagikan bagi warga di 5 RT Kelurahan Melayu, mereka bisa mendapatkan harus dilengkapi persyaratan dengan surat dari kelurahan setempat dan kartu pengambilan yang sudah dibagikan oleh RT masing-masing, ucap Ibul.
(Tribunkalteng.com/Aya Sugianto).

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved