Breaking News:

Berita Martapura

Lima Desa di Martapura Kalsel Terendam Banjir

Banjir kembali menerjang kota Martapura akibat luapan aliran sungai Martapura terpantau hingga kini sejumlah wilayah di sepanjang

Tribunkalteng.com/Stanislaus sene
Suasana Banjir Di desa Tunggul Irang, Martapura Banjar Kalsel. 

Editor: Edi Nugroho

TRIBUNKALTENG.COM, MARTAPURA - Banjir kembali menerjang kota Martapura akibat luapan aliran sungai Martapura terpantau hingga kini sejumlah wilayah di sepanjang daerah aliran sungai Martapura menggenangi permukiman warga. Minggu, (27/12/2020).

Adapun desa yang menjadi langganan Banjir di setiap musim penghujan yakni Desa Tunggul Irang, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar.

Pantauan Banjarmasinpost.co.id di lokasi, ketinggian air di jalan Melati mencapai lutut orang dewasa. Sedangkan desa lain yang terdampak banjir yakni, Desa Tunggul Irang, Tunggul Irang Ilir, Tunggul Irang Ulu, Bincau Muara, dan Labuan Tabu.

Baca juga: Sebelum Resmi Ditutup, Dua Objek Wisata Pantai di Kalteng Ini Ramai Dikunjungi Warga

Seorang Warga Bincau Muara, Risa Yuliani, saat ditemui mengatakan, hingga kini air belum juga surut.

"Masih belum surut, dan air malah semakin naik. Ketinggian air di bagian dapur mencapai lutut orang dewasa sedangkan di bagian luar di atas mata kaki,” ungkapnya.

Ditambahkan Warga Desa Tunggul Irang Ulu, Maulana mengatakan, kemarin air sempat surut. Tapi saat malam, air kembali naik.

“Kemarin sempat surut sedikit, tadi malam sekitar pukul 24:20 Wita, air kembali naik lagi,” tuturnya.

Ia mengatakan, ketinggian air di jalan utama yakni jalan Melati hingga mencapai mata kaki bahkan di beberapa wilayah sudah mencapai lutut.

“Untuk sepeda motor maupun mobil masih bisa melintas, tapi ada beberapa sepeda motor, dan bentor yang kadang mogok dikarenakan knalpot rendah,” ucapnya.

Ia mengatakan daerah ini memang sudah selalu menjadi langganan banjir tahunan, kalau sudah mendekati akhir tahun pasti banjir.

“Kalau sore biasanya banyak wisatawan berdatangan, kalau banjir daerah sini, sehingga warga di sini sudah terbiasa. Dan juga warga yang berjualan di sini semakin ramai pembeli,” tutupnya.

Hingga saat ini, air di jalan Melati, Desa Tunggul Irang dan Desa Bincau Muara belum surut. (Tribunkalteng.com/Stanislaus sene)

Editor: edi_nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved