Banjir Martapura

Banjir Desa Jati Baru Astambul Kalsel, Akses Warga Terputus

Selain Tunggul Irang, Desa Jati Baru Astambul juga dikepung banjir. Warga Desa RT 1 dan 4 harus mencari jalan lain karena jalan Desa Jati Baru di RT 1

Penulis: Milna Sari | Editor: edi_nugroho
Foto Syamsuni kades Jati Baru Astambul
Desa Jati Baru Astambul Banjar Kalsel juga dikepung banjir. 

Editor: Edi Nugroho

TRIBUNKALTENG.COM, MARTAPURA - Selain Tunggul Irang, Desa Jati Baru Astambul juga dikepung banjir. Warga Desa RT 1 dan 4 harus mencari jalan lain karena jalan Desa Jati Baru di RT 1 tak bisa dilintasi kendaraan bermotor.

Parahnya lagi terang Pembakal Desa Jati Baru Syamsuni di akses alternatif melintasi di Pasar Jati warga menggelar resepsi perkawinan dan menggunakan badan jalan sehingga warga dari RT 1 dan 4 Jati Baru tak bisa keluar dari kampung.

"Mudah-mudahan saja tidak ada yang harus dibawa ke rumah sakit, karena mau melahirkan atau apa, karena kami ini tidak bisa keluar dari kampung," jelasnya saat dihubungi Banjarmasinpost.co.id Minggu (27/12/2020).

Akibat terputusnya akses jalan jelas Syamsuni warga harus memutar hingga sekitar empat kilometer karena harus melintasi Pasar Jati.

Baca juga: Air Sungai Martapura Kalsel Meluap, Tunggul Irang Terendam

Banjir di Desa jati Baru terang Syamsuni sudah terjadi sejak kemarin. Banjir dengan ketinggian hampir sepinggang orang dewasa terangnya membuat ratusan rumah terdiri dari RT 4 dan 1 terendam.

"Kalau RT 4 hampir semua, kalau RT 1 sebagian saja, ini banjir terparah dari kemarin-kemarin," ujarnya.

Banjir di Jati Baru terangnya akibat luapan air sungai Martapura ditambah Siring jembatan Jati Baru yang longsor dan siringnya ambruk.

"Kemarin kan proyek ini longsor, dan sekarang siringnya juga ambruk," tambahnya.

Akibat dari ambruknya siring air sungai juga menggenangi persawahan dan kebun warga.

Parahnya ujar Syamsuni banjir di Jati Baru bisa sampai satu minggu. Berbeda dengan di kawasan Martapura yang hanya dalam hitungan hari.

"Ini ketinggian air juga semakin meninggi mungkin dari hulu sungai masih hujan," tambahnya.

Sementara salah satu warga, Jai mengatakan memang Desa Jati baru daerah langganan banjir. Bahkan dalam 2020 ini sudah ada empat kali banjir.

"Kalau curah hujan tinggi, pasti sudah Jati Baru kebanjiran, mudah-mudahan dipikirkan oleh pemerintah untuk mengatasi banjir di desa kami," katanya.
(Tribunkalteng.com/Milna sari).

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved